Tips Berjilbab yang Baik menurut Islam - Alya Hijab

Tips Berjilbab yang Baik menurut Islam

2 bulan yang lalu      info menarik

Jilbab menurut pengertian dari Bahasa Arab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita.  Pakaian tersebut seperti halnya selimut yang digunakan untuk menutup tubuh dengan longgar. Jilbab menutup kepala sampai kaki termasuk kepala sampai pakaian lapisan dalam.  Jilbab berbeda dengan kerudung. Dalam Bahasa Arab kerudung disebut khimar. Khimar adalah kain yang menutup bagian kepala. Sementara berbeda pula dengan pengertian hijab.

 

Hijab adalah penutup atau penghalang yang menutup sesuatu yang tidak boleh dilihat orang lain.  Penghalang bisa berupa tirai, tembok, atau pintu jika di rumah. Jilbab bagian dari hijab. Hijab yang menutupi tubuh.  Jilbab adalah hijab wanita. Tetapi hijab belum tentu jilbab.

 

Lalu bagaimana jilbab menurut Islam?  Artikel kali ini akan membahas cara berjilbab menurut Islam.  Yang sebenarnya tata cara tersebut sudah tercantum dalam surat Al Ahzab ayat 59,

 يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا 

 

Arab-Latin: Yā ayyuhan-nabiyyu qul li`azwājika wa banātika wa nisā`il-mu`minīna yudnīna 'alaihinna min jalābībihinn, żālika adnā ay yu'rafna fa lā yu`żaīn, wa kānallāhu gafụrar raḥīmā 

 

Terjemah Arti: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Dan kita akan membahasnya kembali dengan lebih detil.

 1.  Menutup Seluruh Tubuh

Cara berjilbab menurut Islam yang pertama menurut Islam adalah menutup seluruh tubuh.  Di mana Rasulullah menyebutkan bahwa semua tubuh wanita adalah aurat kecuali muka dan telapak tangan.  Di mana ada juga yang mengganggap ciri-ciri hijab syar’i yang lain adalah termasuk cadar untuk menutup muka.

 

 2.  Menutup Dada

Menutup dada mengacu kepada Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 59 yang menyuruh semua wanita beriman mengulurkan jilbabnya sampai menutup dada.  Kebanyakan ahli tafisr, menyebutkan yang menutup dada adalah bagian yang menjulur dari kepala. Karena dada adalah bagian yang sensitif pada wanita.  Jadi apapun tutorial hijab yang digunakan harus menutup hingga dada.

 

 3.  Bagian Bawah Tidak Mengatung

Karena aturan berjilbab adalah kecuali muka dan telapak tangan, berarti kaki bagian dari aurat.  Memakai kaus kaki agar tertutup termasuk di dalamnya. Kemudian bagian bawah gamis atau rok tidak mengatung.  Ini sesuai hadits :

Dari Ummu Salamah ra : “Ya Rasulullah, bagaimana perempuan dan kain-kain mereka yang sebelah bawah?”  Rasulullah menjawab, ”Hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal dan janganlah menambahkan lagi ke atasnya.” (HR.  Imam tarmidzi dan Nasa’i)

 

 4.  Tidak Membentuk Tubuh

Cara memakai jilbab yang benar salah satunya adalah tidak membentuk tubuh.  Dengan berjilbab tetapi pakaian ketak, membuat wanita kehilangan manfaat menutup aurat dalam Islam.  Berjilbab tetapi masih seperti telanjang.

 

 5. Tidak Menampakkan Bagian Wajah Tertentu

Hal ini sesuai dengan penjelasan sebelumnya.  Berjilbab menutup dada, berarti tidak menampakkan lehernya.  Selanjutnya, berjilbab tidak boleh menampakkan rambutnya dengan sengaja, berjilbab tidak mengeluarkan telinga, meskipun hanya memperlihatkan anting-antingnya saja.  Dalam Qur’an surat An Nur ayat 31 jelas disebutkan larangan untuk menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak daripadanya. Agar tidak kelihatan jenis bahan hijab yang digunakan haruslah tidak tipis dan menerawang.  Jilbab bisa memilih yang sesuai dengan mengetahui ciri-ciri jilbab satin dan ciri-ciri jilbab rawis.

 

 6.  Tidak Berhias Berlebihan

Tidak berhias berlebihan, baik itu di wajah atau bagian dari asesoris jilbab juga menjadi cara berhijab syar’i.  Berhias dengan berlebihan menurutkan hawa nafsu. Dan ini bukan tujuan menutup aurat dalam Islam.

 

 7. Tidak Membentuk Punuk Unta

Yang terakhir dari cara berjilbab menurut Islam adalah tidak menggunakan jilbab dengan ciri-ciri punuk unta.  Berjilbab punuk unta, berjilbab tetapi membentuk tubuh atau berjilbab tapi telanjang, dan berjalan dengan cara berlenggok yang menarik perhatian merupakan sesuatu yang dilaknat oleh Allah.

 

Gaya jilbab yang dilarang buat muslimah, antara lain sebagai berikut:

Pertama, memakai jilbab tapi ketat, atau berjilbab tapi justru pakaian selain hijab yang dipakai ketat. Tujuan berjilbab, untuk menutupi dada, menghindari gangguan, mudah dikenali, selain dari semua itu, berjilbab adalah perintah. Tahu atau tidak tujuannya, wajib dilaksanakan

Kedua, wanita yang memakai hijab tapi desain, gaya, dan modenya yang mirip pakaian pria. Banyak kita temukan, wanita berjilbab, cantik, menarik, menutup aurat, tidak ketat, tapi sayang, pakaiannya juga pada dasarnya pakaian yang biasa dipakai oleh laki-laki. Namun, wanita seakan tidak tahu dengan hal tersebut. Bukankah wanita itu lembut, baik dari sifat dan gerak geriknya, dan pria itu gagah perkasa. Jangan dibalik!

Ketiga, wanita berjilbab tapi menggunakan bahan tipis bahkan transparan. Memakai jilbab dengan bahan tipis alias transparan memang terlihat modis. Dan bahan ini sangat cocok bagi para muslimah yang berada di daerah yang panas. Namun, hijab dengan bahan inilah yang justru membuat dosa dan tidak diperbolehkan oleh agama. Logikanya, buat apa ditutupi kalau toh tembus pandang. Bahkan Rasul SAW melaknat pakaian seperti ini.

Keempat, wanita berjilbab yang menyerupai wanita selain muslimah. Banyak wanita muslimah, ikut-ikutan saja, bahkan tanpa ingin mempelajari yang mana hijab dalam islam, maupun hijab dalam agama lain. Agama lain juga memakai kain penutup, tapi itu bukanlah hijab, hanya bentuknya saja yang mirip dengan hijab.

Kelima, wanita berjilbab, tapi mirip punuk unta. Banyak kita dapati wanita muslimah seperti ini. Alih alih ingin menutupi aurat, tapi seakan ingin memperlihatkan gelembung rambutnya dan mirip bentuk punuk unta.

 

Rosulullah bersabda dalam beberapa hadist, diantaranya :

 Muslim 3971

Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakain tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang) kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 th).

Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid berkata jika hadits ini memperlihatkan jika tabarruj atau bersolek kaum wanita adalah dosa besar.

 

Shahih. HR Tirmidzi 1093

Rasulullah SAW bersabda, “Wanita itu adalah aurat, apabila dia keluar akan dibuat indah oleh syetan.”

 

 Tirmidzi 653

Ummu Salamah berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana wanita berbuat dengan pakaiannya yang menjulur ke bawah? Beliau rbersabda: Hendaklah mereka memanjangkan satu jengkäl, lalu ia bertanya lagi: Bagaimana bila masih terbuka kakinya? Beliau menjawab: “Hendaknya menambah satu hasta, dan tidak boleh lebih”.

 

 Bukhari No. 318

Terdapat kisah dimana wanita yang akan berangkat untuk menunaikan shalat ied dan tidak memakai hijab, maka Rasulullah SAW memerintah tersebut, “Hendaknya Saudarinya meminjaminya Jilbab untuknya “.

 

Sebenarnya sederhana ajaran tentang cara berjilbab menurut Islam.  Terkadang manusia sendiri yang menambahkan dan mengurangi. Semoga kita semua tetap istiqomah dalam berjilbab.  Aamiin.



Sumber

https://hijabyuk.com/cara-berjilbab-menurut-islam

https://media.ihram.asia/2017/09/08/jilbab-terlarang-menurut-agama-islam/

https://www.pinterest.ph/pin/523473156684713061/?autologin=true

https://tafsirweb.com/7671-surat-al-ahzab-ayat-59.html

https://dalamislam.com/hukum-islam/wanita/hukum-wanita-tidak-berhijab




Komentar Artikel "Tips Berjilbab yang Baik menurut Islam"