Sejarah dan Keutamaan Berqurban - Alya Hijab

Sejarah dan Keutamaan Berqurban

1 minggu yang lalu    

 

Anjuran kurban berawal saat Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk mengurbankan putranya, yakni Nabi Ismail yang baru berusia 9 tahun.

Meskipun Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah tentu sangat menyayangi Nabi Ismail anaknya, Nabi Ibrahim berserah diri dan mengikuti perintah Allah SWT.

" Perintah Tuhan (kepada Nabi Ibrahim untuk) siap untuk menyembelih putranya sendiri. Artinya apa? Nabi Ibrahim seorang yang beriman yang tanpa ragu-ragu sedikit pun, percaya betul, yakin betul, perintah Allah itu benar dan pasti akan kembali kepada kita, hamba-Nya kalau kita menjalankan perintah-Nya, ” kata Said Aqil Siroj.

Dengan kemurahan hati Allah SWT, penyembelihan terhadap Nabi Ismail dibatalkan. Kemudian digantikan dengan kambing. Sejak saat itulah umat muslim dianjurkan untuk berkurban.

"Dari situlah disyariatkan kita berkurban. Ini (ibadah kurban) juga merupakan salah satu bagian kecil dari ibadah sosial kita ," ungkap Said Aqil Siroj.

" Maka bagi yang mampu, sekali lagi, bagi yang mampu mari kita berlomba, berkurban sebanyak-banyaknya. Tidak usah dibatasin, tujuh orang sapi satu. Enggak, satu orang satu sapi pun silakan, kalau memang mampu. Mudah-mudahan pahalanya akan kita dapatkan nanti di akhirat ketika kita pulang ke hadapan Allah ," tutupnya.

Dari kisah Nabi Ibrahim As dan putranya, ada dua hikmah yang bisa kamu pelajari.

  • Tentang kebesaran jiwa orang tua. Umat muslim bisa menjadikan Nabi Ibrahim As panutan karena mau merelakan kepentingan pribadi dan menjalani kebenaran sesuai perintah agama.
  • Tentang anak yang berbakti kepada orang tua. Umat muslim juga patut meneladani Nabi Ismail As yang sabar dan ikhlas melakukan perintah Allah yang disampaikan melalui orang tuanya. Semata karena Ia taat kepada orang tua dan Allah SWT.

 

Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr). ” (QS. Al Kautsar: 2). Di antara tafsiran ayat ini adalah “ berqurbanlah pada hari raya Idul Adha (yaumun nahr) ”. Tafsiran ini diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Tholhah dari Ibnu  ‘Abbas, juga menjadi pendapat ‘Atho’, Mujahid dan jumhur (mayoritas) ulama.[1]

Dari sunnah terdapat riwayat dari Anas bin Malik, ia berkata,

ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ قَالَ وَرَأَيْتُهُ يَذْبَحُهُمَا بِيَدِهِ وَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا قَالَ وَسَمَّى وَكَبَّرَ

Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam berkurban dengan dua ekor kambing kibasy putih yang telah tumbuh tanduknya. Anas berkata : “Aku melihat beliau menyembelih dua ekor kambing tersebut dengan tangan beliau sendiri. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher kambing itu. Beliau membaca basmalah dan takbir ” (HR. Bukhari no. 5558 dan Muslim no. 1966).

Hukum qurban dalam islam seharusnya memang diwajibkan bagi umat muslim yang dirasa mampu dalam segi materi. Karena rezeki itu berasal dari Allah dan akan kembali pada Allah. Jika Anda sbagai umat muslim sudah berhasil menggunakan dan mengamalkannya dengan baik, maka harta yang Anda gunakan tersebut akan menjadi tabungan amal Anda di akhirat nanti. Sebelum berqurban ada baiknya Anda mengetahui apa saja persyaratan yang harus dipenuhi agar qurban Anda sah di mata Allah.

keutamaan berqurban dalam Islam :

  1. Tanda seseorang mendekatkan diri dan patuh kepada Allah

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya.

  1. Qurban Ibadah Madhah sekaligus Ghairu Madhah

Di dalam ajaran Islam setiap ibadah mandhah (bersifat langsung, dan individual) selalu disempurnakan dengan ibadah ghairu mahdhah (ibadah sosial, tidak langsung).

  1. Qurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Ibadah sunnah yang belum tentu orang mau melaksanakannya meskipun mampu, karena pada dasarnya manusia itu pelit, sehingga Allah pasti suka pada hambaNya yang mau berkurban

  1. Qurban umat Islam membedakan dengan orang kafir

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [QS: al-An’am : 162-163]

  1. Ibadah yang paling berat ditunaikan

Padahal keutamaan qurban setara dengan ibadah wajib seperti Firman Allah;

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]








Komentar Artikel "Sejarah dan Keutamaan Berqurban "