Ketika Hati Galau - Alya Hijab

Ketika Hati Galau

1 bulan yang lalu      info menarik

 

Orang hatinya disibukkan dengan dunia niscaya dia kurang menyadari betapa selama ini banyak hal yang terlupakan untuk kehidupan akhiratnya. Sebagaimana ungkapan bijak, “Orang yang disibukkan dengan kebaikan dia tak ada waktu untuk sibuk dalam kemaksiatan”. Orang mukmin yang orientasi dan tujuan hidupnya untuk kebahagiaan akhirat, dia akan menjalani kehidupan dunianya seperlunya tanpa berlebih-lebihan hingga melalaikan kampung akhirat.

Dan untuk istiqomah dalam keadaan sempit maupun lapang tak mudah. Setan selalu mengincar dan membisikkan ke hati manusia untuk lalai mengingat Allah ‘Azza Wa Jalla. Hawa nafsu tak kalah sengit menggoda hati untuk condong pada kenikmatan sementara yang justru bisa membinasakannya. Disinilah peran do’a sangat dibutuhkan untuk menguatkan iman dan membuat hati kokoh meski seribu satu masalah datang silih berganti.

Ummu Salamah pernah ditanya, ”Wahai Ummu Salamah, do’a apa yang sering dibaca oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam selama beliau berada di sisimu?”. Dia menjawab, ”Do’a yang sering dibaca adalah :

Wahai Allah yang mampu membolak – balikkan hati, teguhkan hatiku berada di dalam agama-Mu “.

Dia berkata : “Saya bertanya kepada beliau, ”Wahai Rasulullah, betapa sering kau membaca do’a itu”. Beliau menjawab :

 يَا أُمُّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ أَ دَ مِيٌّ إِلاَّ وَقّلْبُهُ بَيْنَ أُُُصْبٍُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللهِ فَمَنْ شَاءَ أَقاَ مَ وَمَنْ شاَءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أزَاغَ

Wahai Ummu Salamah sesungguhnya tidaklah anak keturunan Adam ( manusia ) itu kecuali hatinya berada diantara dua jemari Allah. Kalau Dia mau akan Dia teguhkan dan kalau Dia mau akan Dia gelincirkan ”.

Di bawah ini adalah beberapa tips sederhana tentang cara mengatasi perasaan galau yang sesuai dengan syariat islam, karena setiap perasaan yang muncul dalam hati, baiknya dikembalikan semuanya kepada Sang Pemilik Hati 🙂

  1. Perbanyak ibadah termasuk yang sunnah.

“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. “ (Q.S Al-Baqarah : 153)

      2. Perbanyak dzikir dan membaca Al Qur’an

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).

Dzikir akan menuntun hati kita untuk senantiasa mengingat kepada-Nya.  Begitupun dengan membaca A-Qur’an, terlebih jika kita sembari meresapi makna ayat demi ayat yang kita baca.

      3. Mencoba melakukan hal-hal yang bermanfaat agar diri menjadi sibuk

Terkadang, salah satu penyebab munculnya perasaan galau adalah waktu luang yang membuat kita mudah melamunkan atau memikirkan sesuatu, termasuk hal-hal yang buruk. Cobalah tambah aktivitasmu dengan hal-hal yang bermanfaat agar waktu luangmu berkurang, dan nantinya waktu luangmu hanya akan kamu gunakan untuk beristirahat karena sudah terlalu lelah beraktivitas.

  1.   Berdoa kepada Allah agar dihilangkan rasa galau dari hati

Hati kita adalah milik Allah. Ia adalah satu-satunya yang berkuasa membolak-balikan,  menghilangkan, serta mendatangkan sesuatu ke dalamnya. Maka, mintalah dengan segala kerendahan diri kepada-Nya agar dihilangkan semua perasaan-perasaan negatif di dalam hatimu termasuk perasaan galau tersebut dan digantikannya dengan perasaan yang menenangkan.

       5.  Menjauhkan diri dari angan-angan yang berlebihan

Meskipun galau adalah perasaan yang sebagian besar dari manusia ingin menghilangkannya, kenyataan terburuknya adalah. salah satu penyebab perasaan galau tersebut adalah manusia itu sendiri!

        6.  Tetap berkhusnudzon kepada Allah

“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).

        7.  Meminta petunjuk Allah untuk setiap masalah

“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).

        8.   Shalat Istikharah

Berkaitan dengan meminta petunjuk Allah dalam setiap kebingungan kita dalam memilih sesuatu, atau memutuskan suatu perkara, maka salah satu jalan yang dianjurkan di dalam islam adalah mendirikan shalat istikharah. Shalat yang terdiri dari dua rakaat ini bertujuan didirikan bertujuan untuk meminta petunjuk kepada Allah manakah jalan terbaik yang harus kita pilih.

 

 

 




Komentar Artikel "Ketika Hati Galau "