Keimanan Dalam Pancaran Hati - Alya Hijab

Keimanan Dalam Pancaran Hati

2 bulan yang lalu      info menarik

 

keimanan dengan hati maksudnya adalah meyakini kebenaran segala hal yang telah disebutkan oleh Allah di dalam al-Qur’an, atau dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallm di dalam hadis. Dasar keyakinan ini adalah firman Allah

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: “Kami telah tunduk”, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (al-Hujurat:14)

Iqrar (mengucapkan) dengan lisan maksudnya adalah mengucapkan dua kalimah syahadat. Dasar kewajiban mengikrarkan dalah hadis

أمرت أن أقاتل الناس حتى يقولوا : لا إله إلا الله وأني رسول الله

Artinya : “ Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan laa ilaaha illallah dan Aku adalah rasulullah”

Mengamalkan dengan anggota badan maksudnya adalah menjalankan segala perintah dan menjauhi larang-larangan di dalam al-Qur’an dan Hadis. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa amal bagian dari iman adalah;

اْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ شُعْبَةً أَعْلاَهَا قَوْلُ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ طَرِيْقٍ

Artinya : “Iman itu ada 77 cabang, yang tertinggi adalah ucapan laa ilaha illallah, dan yang terendah adalah menyingkirkan rintangan dari jalanan”.

 

Dijelaskan juga dalam Q.S Al-Anfal ayat 2 yang artinya : 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, hati mereka gemetar, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabbnya mereka bertawakkal” (QS al-Anfâl: 2)

Rasul-rasul Allah senantiasa mengikuti apa yang Allah berikan perintah-Nya. Untuk itu, keimanannya diwujudkan dengan meneriman dan mengamalkan aturan islam tanpa terkecuali. Baik susah ataupun bahagia perintah Allah dijalankan dengan keikhlasan.

Mengenai masalah keimanan, umat islam dapat juga mengetahui tentang hal-hal berikut ini, agar semakin memperkuat keimanan.

 

Dalam firman Allah swt. menerangkan bahwa orang-orang yang senantiasa mengerjakan kebajikan akan mendapatkan bau-Nya surga.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ ۖ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ 

 

Arab-Latin: Innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti yahdīhim rabbuhum bi`īmānihim, tajrī min taḥtihimul-an-hāru fī jannātin-na'īm  

Terjemah Arti:” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan”.

 

Mengingat begitu menentukannya hati dan lisan, Rasulullah hingga bersabda, Ala wa inna fil-jasadi mudhgah. idza shaluhat shaluha al-jasadu kulluh, waidza fasadat fasada al-jasadu kulluh. Ala wainna hiya al-qalb. “Di dalam tubuh kita ada segumpal daging, yang apabila dia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan apabila dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh itu. Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari).

 

Dalam riwayat lain, Rasulullah juga bersabda, “Hati itu bagaikan raja, dan hati itu memiliki bala tentara. Apabila raja itu baik, maka baiklah seluruh bala tentaranya, dan apabila hati itu buruk, maka buruklah seluruh bala tentaranya.” Dan keterkaitan antara keduanya pun sangat kuat. Hubungan keduanya digambarkan Rasulullah, “Tidak akan sempurna iman seorang hamba kecuali bersih hatinya, dan tidak akan bersih hatinya kecuali lidahnya benar.”



Ketaqwaan Dalam Islam / takwa ,yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja. Adapun arti lain dari taqwa adalah:

  1. Melaksanakan segala perintah Allah
  2. Menjauhkan diri dari segala yang dilarang Allah (haram)
  3. Ridho (menerima dan ikhlas) dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah

Ketaqwaan Dalam Islam artinya adalah dipelihara dan dilindungi oleh Allah. Taqwa bukan berarti takut. Taqwa pada Tuhan bukan berarti takut pada Tuhan. Takut kepada Tuhan hanyalah satu daripada sifat mahmudah (sifat baik) yang terangkum dalam sifat taqwa tetapi takut bukanlah taqwa. Seorang mukmin dan muslim dituntut untuk mampu mencapai derajat tertinggi menurut penilaian Allah,yaitu Taqwa. Ketaqwaan merupakan paspor jaminan keselamatan untuk mengarungi kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat kelak. Sehingga diperintah dalam surat Ali ‘Imran [3]:102 dimana :

يَأَيُّهَاالَّذِينَءَامَنُواْاتَّقُواْاللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ إِلَّاوَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Artinya ; ”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.

 

 

 




Komentar Artikel "Keimanan Dalam Pancaran Hati"