Keikhlasan Dalam Hati - Alya Hijab

Keikhlasan Dalam Hati

2 bulan yang lalu      info menarik

 

Ikhlas itu melakukan amal dan ibadah semata-mata untuk mencari wajah Allah Ta’ala; mengharap ridha-Nya sepenuh kerinduan. Amal yang kecil bernilai sangat besar bersebab niat ikhlas. Sebaliknya amal yang amat besar, tak bernilai sama sekali karena salah niat.

Sesungguhnya taat itu tak menuntut ringannya hati melaksanakan, tetapi bersihnya niat meskipun merasa sangat berat. Kita mungkin sangat tidak menyukai kewajiban itu, tetapi jika bersungguh-sungguh mengerjakan karena memuliakan perintah-Nya, itulah ikhlas.

Mari sejenak kita mengingat firman Allah Ta’ala:

ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ٱﻟْﻘِﺘَﺎﻝُ ﻭَﻫُﻮَ ﻛُﺮْﻩٌ ﻟَّﻜُﻢْ ۖ ﻭَﻋَﺴَﻰٰٓ ﺃَﻥ

ﺗَﻜْﺮَﻫُﻮا۟ ﺷَﻴْـًٔﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَّﻜُﻢْ ۖ ﻭَﻋَﺴَﻰٰٓ ﺃَﻥ ﺗُﺤِﺒُّﻮا۟

ﺷَﻴْـًٔﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺷَﺮٌّ ﻟَّﻜُﻢْ ۗ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻻَ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS:  Al-Baqarah, 2: 216).

Di antara yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah. Lihatlah Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam , di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah doa:

« اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ »

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui. ” (Hadits Shahih riwayat Ahmad)

Ikhlas itu adalah ketika kita mampu diam di saat seharusnya membalas, tersenyum meski inginnya marah.

Ikhlas itu berarti merelakan, menerima dengan lapang dada atas apa yang telah terjadi.

Menyerahkan semuanya kepada yang kuasa dan yakin bahwa akan ada kebahagiaan yang telah disiapkan untuk kita yang telah bersabar dan bersikap ikhlas atas kuasa-Nya.

Ikhlas itu tenang, karena dari ketenangan itu akan membawa kita kepada kebahagiaan yang sesungguhnya (hakiki).

Ikhlas itu indah, karena keikhlasan itu akan membawa kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi atas apa yang telah dilalui dengan banyaknya macam-macam problematika dalam kehidupan ini.

Hidup akan indah, jiwa akan tenang, jika kita melakukan semuanya apapun itu dengan rasa ikhlas.

Tidak ada rasa gelisah, tidak ada rasa galau gundah gulana, tidak ada rasa kecewa, tidak ada rasa sedih, tidak ada rasa penyesalan bahkan tidak ada rasa putus asa atas apa yang telah terjadi pada kehidupan ini.

Berbicara tentang ikhlas pun membutuhkan keikhlasan.

Ikhlas dibutuhkan dimana pun dan kapan pun, bahkan oleh siapa pun.

Sebagaimana telah diketahui, ikhlas adalah pondasi amalan.

Selain harus sesuai tuntunan, amalan juga harus dilandasi dengan keikhlasan.

Tanpanya, amal dan kebaikan hanya akan sirna begitu saja. Bagaikan debu-debu yang beterbangan.

Belajar ikhlas lah dari daun, sebab daun yang jatuh tidak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja, tak melawan, dan mengikhlaskan semuanya berjalan pada semestinya.

Belajar ikhlas lah dari akar pohon, sebab akar pohon itu letaknya tersembunyi dalam tanah, tidak banyak manusia yang peduli atau mengaguminya. Dia terus bekerja siang dan malam demi kehidupan batang dan dedaunan tanpa mengenal lelah dan tanpa pamrih.

Belajar ikhlas lah dari Nabi Ibrahim, sebab ia rela dan mengikhlaskan anaknya untuk disembelih karena atas perintah Allah Swt.

Marilah saat ini, detik ini, mulailah kita bersikap ikhlas dengan menjalani kehidupan ini.

Awali lah permasalahan-permasalahan kecil dalam hidup ini dengan rasa dan sikap Ikhlas.

Maka hidup yang indah dan jiwa yang tenang lah yang akan kita dapatkan.



MasyaAllah sahabat Alya… Mari kita merenungkan sejenak, bahwa apa yang kita kerjakan, lakukan apakah sudah benar-benar ikhlas dalam hati kita?

Agar hidup kita menjadi damai, tentram tak lupa kita berdo’a, serahkan semuanya kepada Sang Ilahi.. :)

 

 






Komentar Artikel "Keikhlasan Dalam Hati "