Jujur Saat Marah - Alya Hijab

Jujur Saat Marah

1 bulan yang lalu      info menarik

 

Kejujuran adalah suatu ungkapan atau mengatakan suatu hal yang sebenar-benarnya. Kejujuran merupakan salah satu bentuk nilai kemanusiaan. Jujur juga adakalanya dalam hal ucapan ataupun dengan perbuatan. Misal jujur dalam ucapan, ketika kita berkata jujur dalam perkataannya. Sedangkan jujur dalam perbuatan, misal dalam berdagang kita harus bersikap jujur tak ada kecurangan suatu apapun. 

Banyak orang yang  menyikapi jujur pada saat marah. Bahwa suatu kejujuran seringkali bisa terkuak dalam kondisi saat marah. Tidak banyak orang bisa blak-blakan memperkatakan rasa hati atau pikiran yang mengandung penilaian negatif terhadap orang lain atau terhadap sesuatu hal entah itu adalah hal yang tidak disukai, mengesalkan, mengecewakan, menjengkelkan, hal yang dibenci, membuat sakit hati, menimbulkan kebencian dan sebagainya.

Salah satu ayat Allah menerangkan pada Q.S At-Taubah ayat 119 yang artinya : “ Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur). “ 

Sebagai makhluk yang dibekali nafsu, tentu semua manusia pernah mengalami marah dan meluapnya emosi. Tetapi justru pada saat marah biasanya kita langsung mengucapkan kata-kata yang sebenar-benarnya dalam artian jujur. 

Marah adalah manusiawi, namun ketika luapan emosi ini tak sanggup mengontrol diri, maka akibat yang kurang baik pun akan sangat mungkin menghampiri. Berkatalah yang benar walau itu pahit. Kebenaran tetap diterapkan walau ada celaan dan ada yang tidak suka. Inilah prinsip yang diajarkan dalam Islam oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam

Meskipun memang benar, kejujuran yang diungkapkan secara baik-baik lebih mudah  diterima orang lain daripada kejujuran yang diungkapkan ketika dia diliputi rassa marah. 

Tidak semua kejujuran itu harus diungkapkan. Tidak semua yang kita rasakan harus diucapkan.  

Sebagai manusia normal yang beberapa kali menerima luapan rasa marah orang lain, kadang mata hati saya buta. Bahwa ada kejujuran di balik kemarahan orang tersebut. Ada alasan di balik kalimat-kalimat yang tajam. Ada maksud di balik ucapan-ucapan.

Tapi memang butuh kesabaran yang luar biasa untuk mampu memilah kejujuran di balik rasa marah seseorang. Butuh rasa memaafkan yang begitu besar untuk menyisihkan kemarahan dan mempercayai kejujuran.

Maka dari itu, benar kata nenek moyang bahwa buatlah perhitungan ketika sedang marah. Marahlah jika memang harus marah, tapi hati-hati dengan semua kalimat yang terucap meskipun itu ada kejujuran.

Saat dimana seseorang bisa menjadi sangat jujur adalah saat dimana amarah sedang menguasai diri.

Mungkin ini sebabnya mengapa Rasulullah berpesan agar bisa menahan diri, diam kala marah.

Saat marah, emosi menjadi sangat tak stabil, pikiran pun kan tak bisa dikendalikan, hingga apapun yang keluar dari mulut tak melalui sistem filter dengan baik. Hingga tak sedikit akhirnya melukai, menyakiti, bahkan merobohkan hati orang lain.

Jangan begitu.

Kau takkan pernah tahu sedahsyat apa kata-katamu akan berdampak pada orang lain. Kamu takkan pernah tahu sedalam apa kalimatmu akan tertancap mati pada hati orang lain. Jangan begitu, jangan lukai siapapun dengan lidahmu. Kata orang luka di kulit mungkin bisa hilang dengan obat merah, tapi luka hati? takan pernah hilang. 

Itu mengapa Rasul bilang manusia paling kuat adalah yang mampu melawan nafsunya sendiri, menahan amarahnya sendiri.

 

 

Sumber  : 

  1. https://www.kompasiana.com/hennieengglina9083/5b2e2825bde5753e03579a62/marah-itu-jujur?page=all
  2. https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/11/02/phjrfk374-kejujuran-itu-berkah-kebohongan-itu-musibah



Komentar Artikel "Jujur Saat Marah "