Hijrah Tanpa Tapi Tanpa Nanti - Alya Hijab

Hijrah Tanpa Tapi Tanpa Nanti

1 bulan yang lalu      info menarik

Hijrah Tanpa Tapi Tanpa Nanti



Mau sih hijrah, tapi...

Takut kehilangan pekerjaan.

Mau sih hijrah, tapi...

Takut di bilang kayak ibu-ibu.

Mau sih hijrah, tapi...

Takut di ketawain orang.

Mau sih hijrah, tapi...

Takut di sebut norak.

Mau sih hijrah, tapi...

Takut gak dapet jodoh yang keren.

Mau sih hijrah, tapi...

Takut kehilangan temen.

Mau sih hijrah, tapi... tapi... tapi...

Sahabat Alya, memang hijrah itu sulit, bahkan kita harus melewati kerikil berduri untuk bisa istiqomah.

Namun... jika dinanti-nanti mau sampai kapan?

Karena kalau terus beralasan nanti keterusan.

Yuk, Hijrah tanpa tapi tanpa nanti bareng sama Alya.

Karena ketika kita mengambil keputusan semata-mata untuk Nya, lalu melepaskan sesuatu yang kita suka atau bahkan kita tinggalkan sesuatu yang kita pertahankan dengan alasan syar'i, Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Percayalah... :

 

Ingin selalu menjadi baik adalah harapan setiap wanita, apalagi yang masih sendiri, karena kebaikan diri nantinya akan berbanding lurus dengan baik buruk jodohnya nanti. Jodoh adalah cerminan diri sendiri, jika diri kita baik, tentu baik juga jodoh kita tetapi jika diri kita buruk bisa ditebak jodoh kita juga begitu.

 

Namun untuk selalu menjadi baik dari hari kehari itu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang muslimah. Alya yakin semua muslimah tentu ingin mengenakan hijab syari, setiap muslimah tentu ingin beribadah maksimal, setiap muslimah tentu ingin tidak pacaran, setiap muslimah pasti ingin bisa puasa sunnah senin-kamis, puasa ayyamul bidh, setiap muslimah tentu ingin bisa membaca Al-Quran rutin setiap hari.

 

Tapi ketika ditanya kenapa belum melakukannya? Jawabannya beragam dan jawaban yang paling familiar adalah mengkambing hitamkan hidayah. Dengan sangat enteng menjawab “Belum dapat hidayah” hehe.

 

Setidaknya ada 2 hal penting yang mesti kita ketahui tentang proses hijrah ini :

  • pertama adalah proses yang bisa kita kontrol yaitu segala yang berhubungan dengan ikhtiar kita.
  • Proses kedua adalah proses yang tidak bisa kita kontrol dan datangnya memang dari Allah. Ia rahasia, ia ghaib hanya Allah yang tau. Nah proses yang kedua inilah yang sering disebut hidayah.
  1. Lalu yang jadi pertanyaannya apakah kita harus menunggu hidayah dulu untuk berbuat baik? untuk hijrah?, Tentu jelas tidak, kita tidak menunggunya tapi kita menjemputnya, mencarinya. Ini masuk pada bagian pertama yaitu proses atau cara yang bisa kita kontrol, yang bisa di usahakan, yang bisa di kendalikan. InsyaAllah dengan memperbanyak ikhtiar ini Allah turunkan hidayah itu pada kita, Allah berikan cahaya kebenaran itu pada hati kita, Allah gerakkan kaki, tangan, mata dan seluruh tubuh kita untuk selalu berada dalam ketaataannya. Untuk selalu melaksanakan perintah-perintahnya dan berusaha menjauhi larangannya.

 

 

 

  • Pertanyaan yang sering muncul pada diri sendiri

 

 

Mau sih hijrah, tapi...

Takut di ketawain orang.

Mau sih berpakaian yang lebih Syar’i, tapi…

Takut di bilang kayak ibu-ibu.

 

Pernah terfikir seperti itu ?? Memang wajar.

Setiap perempuan yang berhijrah berawal dari merubah penampilan ke yang lebih Syar’i pasti nggak jauh-jauh dari pertanyaan yang seperti itu tapi kakak musti sabar ya sebab mereka yang menghujat belum tau nikmatnya dekat dengan Allah SWT 😇 .

Sebelum itu Alya akan menjelaskan apa itu pakaian syar’i dan perintah Allah bagi perempuan untuk mengenakan pakaian syar’i.

Pakaian syar’i adalah pakaian dengan jubah longgar tidak menampakkan lekuk tubuh sedangkan kerudungnya menutupi dada hingga sampai kebawah pantat yang saat ini disebut (khimar).

 

Adapun dalil Allah SWT yang mewajibkan para wanita memakai pakaian syar’i :

“Janganlan mereka menampakkan perhiasan-nya, kecuali yang (biasa) tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (QS an-Nur [24]: 31)

 

Hai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” (QS al-Ahzab [33]: 59).

 

Dari dalil yang sudah dijelaskan di atas terbukti bahwa wanita memang wajib mengenakan pakaian syar’i.

 

  1.   Dari Mana Kita Mulai Untuk Berhijrah ???

 

Kadang bingung.. Harus dari mana sih untuk mulai berhijrah ??

Jika ingin hijrah, namun bingung mulai dari mana, Mulailah dari :

 

  1. Niat dari Hati yang Ikhlas

 

 

Niat adalah hal yang utama dan Niat tulus itu berasal dari hati tanpa terucap oleh lisan namun terbukti oleh tindakan 😊 yang benar-benar kuat untuk hijrah, untuk menjadi lebih baik. Salah satu cara untuk memperkuat niat adalah menemukan alasan kuat kenapa kita harus berubah? kenapa kita harus menjadi baik.

Contohnya ada yang hijrah ketika Allah selamatkan ia dari sebuah musibah, ada yang ingin hijrah atau berubah ketika ditinggal meninggal oleh orang-orang yang dicintai, ada juga yang hijrah ketika ingin berdoa kepada Allah untuk orang-orang yang tercinta yang lagi sakit keras. Ada juga yang hijrah karena ingin dapat jodoh terbaik, ingin membahagiakan orang yang dicintai, Ingin berjuang meraih ridho Allah dan syurga. Dan tentu sebaik-baiknya alasan adalah untuk mendapatkan ridho Allah semata.

 

  1. Bersihkan Hati, Bersihkan Jiwa dan Bersihkan raga.

 

Terkadang hati kita susah tersentuh oleh hidayah Allah, susah tersentuh oleh nilai-nilai kebenaran. Ketika hati dan jiwa masih kotor masih ada rasa hasad, dendam, dengki, dongkol serta berbagai macam penyakit hati lainnya, begitu juga dengan raga kita, raga yang didalamnya dialiri oleh darah yang berasal dari makanan yang tidak halal seperti uang hasil korupsi, riba, serta transaksi-transaksi haram dan transaksi subhat (transakasi abu-abu). Maka sekali lagi perhatikan apapun yang masuk kemulut dan keperut kita. Perhatikan setiap rupiah yang masuk kekantong kita. Perhatikan makanan yang kita makan, jika ke mall jangan mudah terpengaruh dengan makanan-makanan yang kelihatannya “keren” brandnya international, namanya aneh-aneh dan harganya selangit tapi belum memiliki sertifikat halal, hati-hati karena bisa jadi itu makanan bercampur dengan barang yang Allah haramkan mungkin itu babi, mungkin itu arak yang banyak ditambah sebagai pelezat makanan.

Maafkan dan meminta maaf, mengikhlaskan sesuatu yang hilang dan meridhoi adalah cara membersihkan hati, sementara membersihkan harta tentu dengan berzakat, memutuskan semua jalan-jalan rezeki yang haram dan syubhat.

 

  1. Akrabkan Diri dengan 3 Mutiara Kehidupan.

 

Ada 3 Mutiara kebaikan yang sering dilupakan, banyak orang galau, tak sedikit yang stress, hidupnya risau, tak berketentuan tapi yang dilakukan adalah mencari solusi kemana-mana. Sibuk konsultasi kesana kemari, bahkan proses mencari solusi itu sendiri malah menambah stressnya.

 

Ada 3 mutiara kehidupan yaitu dilupakan dan terlupakan, dan itu sangat dekat dengan kita, sangat mudah menjangkaunya.

 

3 mutiara itu adalah =

  • Al-Quran,
  • Masjid, dan
  • Sejarah-sejarah orang shaleh shalehah terdahulu.

Kalau jadi muslimah jadilah pemburu majelis-majelis ilmu yang diadakan dimasjid-masjid, akrabkan diri dengan Al-quran minimal sehari 1 ayat, kalau bisa satu halaman, lebih baik lagi satu juz. Dan yang terakhir baca dan pelajari kisah-kisah dan sejarah wanita sholeha terdahulu, baca kisahnya Siti Asiyah istri Fir’aun yang tetap menjaga ketaatannya meski mendampingi raja yang super kejam sepanjang masa lagi kafir Fir’aun, baca juga kisah Siti Maryam yang menjaga kesuciannya, kisah Bunda Khadijah, kisah Bunda Aisyah dan banyak lagi kisah wanita-wanita syurga.

 

  1. Berkumpulah dengan orang-orang shaleha.

 

“Yang berteman dengan tukang besi maka akan dapat percikan asapnya, begitu juga bagi yang berteman dengan tukang minyak wangi tentu akan dapat juga percikan bau wanginya”. Kita bisa melihat siapa dirinya dan bagaimana karakternya hanya dengan menanyakan siapa temannya?, kalau temannya baik-baik bisa dipastikan dia tentu juga baik-baik begitu juga sebaliknya.

Terkadang niat sudah tulus, keinginan sudah kuat untuk menjadi lebih baik, tapi susah banget untuk memulainya, maka hati-hati karena bisa jadi lingkungan kita yang kurang mendukung, teman-teman kita yang kurang mendukung. Malam minggu kita ngajak ikut kajian ke masjid sementara teman ngajak dugem ya pasti nggak nyambung. So, pindahlah, hijrahlah, cari orang-orang shaleha dan berkumpullah bersama mereka InsyaAllah Allah mudahkan jalan hijrahnya, dan Allah karuniakan hidayahnya.

 

  1. Hijrah Sekarang tanpa menunda-nunda.

 

Kebanyakan yang gagal hijrah adalah karena menunda-nunda, setiap kebaikan semestinya disegerakan. Ketika harus bangun subuh tepat waktu biasanya bangun jam setengah tujuh pagi, ketika harus rutin baca Alquran biasanya rutin baca komik, ketika ingin rajin ke masjid biasanya sering kongkow-kongkow bareng teman, mengubah kebiasaan lama dan meninggalkannya  Berat memang, tapi tidak mesti menunggu ringan dulu baru dikerjakan. Paksakan saja, InsyaAllah lama-lama jadi terbiasa, akhirnya jadi biasa lalu jadi kebiasaan.

Musuh yang paling nyata adalah diri anda sendiri. Sanggupkah kamu menahan emosimu sendiri? Tersenyum dalam susah? menyamakan antara hinaan dan pujian? menjauh dari hal yang membuat terpaku pada dunia? Berhenti mendengarkan musik? Berhenti menilai buruk orang lain? Berhenti membicarakan orang lain?

InsyaAllah, kakak bisa.
Perlahan tapi pasti 😊

Satu hal yang perlu di ingat ketika ingin berhenti berhijrah. Berhenti perbaiki diri. Dan ingin bebas seperti dulu, bercanda ria tanpa batas, tertawa lepas sesuka hati, bergaul dengan siapa saja tanpa batas, berhias diri setebal mungkin.betapa menyenangkan saat2 itu. namun..

‘Kematian’ tidak akan menunggu kita sampai puas akan semua itu dan itu adalah kesenangan yang fana. Hanya terasa sesaat. Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan tentram saat mengingat Allah 😇.

Demikian dari Alya semoga bermanfaat. Hijrah itu di jemput bukan di tunggu .Tidak harus menunggu menjadi baik untuk berhijrah karena dengan berhijrah menuntun kita menjadi lebih baik 😊.




Komentar Artikel "Hijrah Tanpa Tapi Tanpa Nanti"