Etika Seorang Muslimah - Alya Hijab

Etika Seorang Muslimah

2 minggu yang lalu      info menarik

 

Sepanjang sejarah Islam banyak sekali sosok-sosok muslimah yang dikaruniai kelebihan oleh Allah Swt. Diberi karunia kekuatan untuk bersabar menerima ketetapan dalam hidupnya. Karunia kesabaran dalam mengemban amanahnya menjadi seorang istri dan ibu dalam kehidupan rumah tangganya.

Barangkali para muslimah harus segera bangun dari kelemahan dirinya yang diperdayakan dengan kehidupan glamour dunia. Sejenak bercermin pada perempuan-perempuan muslimah yang hidup di zaman terdahulu, semasa Rosulullah shollallohu `alaihi wa sallam. Mereka adalah sebaik-baik perempuan yang hidupnya kaya dengan perjuangan. Meski kesulitan, namun tetap teguh dalam keimanan. Tentang mereka, disebutkan oleh Rasulullah Saw. 

`Sebaik-baik muslimah Surga adalah Khodijah, Fatimah, Maryam dan Aisyah’ (HR Baihaqi).

Sebagai seorang Muslim, semestinya kita mengacu kepada perintah Allah untuk mentaati-Nya, bergaul di masyarakat luas dengan akhlak dan etika yang baik. Jangan sampai etika pergaualan kita sebagai seorang Muslim dikalahkan dengan pergaulan bebas yang dilakuakan orang-orang luar yang terjangkit virus modernisasi.

Muslimah yang cantik hatinya, tentu ia akan menjaga kehormatannya dengan bergaul sesuai syari’at yang telah Allah perintahkan. Seperti fitrahnya seorang muslimah yang diciptakan dari tulang rusuk, yang dekat dengan dada untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai. Bagi seorang ikhwan yang taat akan Rabb-Nya, pasti ia akan melindungi muslimah itu bukan merusak kehormatannya.

Pintu gerbang  yang rusak adalah maraknya pergaulan bebas muslimah saat ini. Banyak kalangan menganggap pergaulan masalah yang sepele dan remeh terutama dikalangan wanita. Bahkan mereka menuduh islam telah menjajah kemerdekaan wanita dalam pergaulan. Berbagai gerakan dan organisasi gender dibuat dengan dalih untuk membebaskan wanita dari tawanan agama yang membelenggunya

Tak dipungkiri, bersamaan dengan kemajuan zaman dan teknologi pergaulan wanitapun semakin kompleks. Saat ini boleh jadi seorang wanita berdiam diri dirumah namun ia bergaul melalui jejaring sosial di dunia maya.

Ada beberapa etika yang harus muslimah ketahui yaitu : 

 

  • Menjaga pandangan mata dengan lawan jenis 

 

Mata adalah sahabat sekaligus penuntun bagi hati. Mata mentransfer berita-berita yang dilihatnya ke hati sehingga membuat pikiran berkelana karenanya. Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat yang mulia ini telah memerintahkan kepada kita untuk menundukkan pandangan kita terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan akibat yang buruk.

Dan Allah Swt berfirman dalam Q.S An-Nur/31 :”Katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasanya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah  menampakan perhiasanya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah suami mereka…” 

 

  • Menghindari berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahromnya 

 

Menurut Islam, bersalaman dengan lain jenis yang masih memiliki hubungan mahram diperbolehkan. Yang dimaksud mahram adalah wanita yang haram dinikahi oleh laki-laki dimaksud. Yang termasuk mahram, antara lain, anak perempuan, saudara kandung, saudara seayah, paman atau bibi, keponakan (anak dari saudara), ibu sebab menyusui, saudara sepersusuan, mertua, anak tiri dari istri yang telah dipergauli, menantu, saudaranya istri atau suami. (Qs. An-Nisa’:22-24)

 

  • Selalu menyebut nama Allah Swt 

 

Selaku ciptaan Allah SWT yang tidak memiliki apa-apa dibandingkanNya, sebesar apapun perbuatan kita pada dasarnya hanyalah kecil yang akan sirna.

Setiap apapun yang kita kerjakan, ingatlah selalu kepada Sang Maha pencipta. Karena kepada-Nya  lah kita masih hidup, Kepada-Nya lah kita masih diberikan kebekahan dan kenikmatan di dunia. 

Intinya apapun kesibukan kita, apapun problema kita, baik dg lingkungan, sahabat, keluarga atau masalah yang kadang tak pernah habis-habisnya, kita harus selalu mengingat Allah Swt salah satunya lewat zikir, karena Dialah sumber dari segala sumber, tidak ada yang lain yang patut kita sebut namanya kecuali Allah Swt. Dan dengan zikir pula asal kita melakukannya dengan tulus, ikhlas, Insya Allah kita akan selalu diberi kemudahan baik urusan dunia maupun urusan akherat. Zikirnya dimana saja, kapan saja, terserah kita, cukup dilantunkan dalam hati.

 

  • Menjaga lisan

 

Hakikatnya manusia itu makhluk ciptaan Allah Swt yang sempurna. Kesempurnaan ini membuat manusia berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya, bisa mengendalikan panca indera yang melekat pada dirinya. Dengan panca indera kita sebagai manusia bisa melakukan sesuatu dengan mudahnya. Diantaranya, panca indera yang luar biasa gunanya dan luar biasa juga bahayanya yaitu lisan atau lidah.

Jagalah lisanmu karena seorang muslimah yang berkata kasar lebih menjijikan daripada air liur anjing yang najis. 

Lisan yang kita miliki bisa membawa kita pada faedah dan petaka bagi kita. Pepatah Arab mengatakan, “Sesungguhnya lisan ibarat binatang buas. Jika engkau ikat, niscaya ia menjagamu. Jika engkau lepas, niscaya ia menerkammu. Karena itu hendaklah engkau berkata sekadarnya dan hendaklah engkau berhati-hati dengannya.”. Lisan itu ibaratkan pisau yang apabila salah menggunakannya  maka akan melukai banyak orang. Dari pepatah ini juga keselamatan dan kecelakaan seseorang tergantung pada kemampuannya mengendalikan lisannya.

 

  • Seorang Muslimah wajib untuk menutup aurat dari ujung rambut sampai ujung kaki

 

Masih banyak seorang muslimah yang lupa dengan auratnya yaitu, pergelangan tangan, dan  kaki. 

Dan seorang muslimah juga sudah diperintahkan oleh Allah Swt untuk wajib memakai hijab. Karena itulah syarat wajib menjadi seorang muslimah. Jika saja ia bisa tertib ke sekolah ataupun kerja, kenapa tidak dengan perintah Allah yang jelas-jelas sudah diwajibkan bagi kamu untuk menggunakannya. Aneh rasanya… 

Tapi itulah gambaran generasi muda sekarang. Apakah tidak takut dengan hukumannya nanti di akhirat? Naudzubilahimindalik.. 

Etika seorang muslimah juga sama dengan teman, walaupun dengan teman sendiri, lebih baiknya kita juga menjaga etika kita. Karena kita tidak tau perasaannya, atau etika kita bisa menyakiti hatinya,  atau justru bisa membahagiakan mereka. Adapun dalam bergaul dengan teman sebaya kita harus senantiasa berbuat baik dan mengutamakan akhlak yang mulia.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pergaulan dengan teman sebaya antara lain

  • Mengucapkan salam setiap bertemu dengan teman sebaya dan sesama muslim. Jika perlu kita bisa berjabat tangan tentunya jika orang tersebut berjenis kelamin sama ataupun mahram kita.
  • Mengucapkan salam hukumnya sunnah bagi umat islam dan menjawab salam hukumnya wajib.
    Senantiasa menyambung tali silaturahmi dengan saling berkunjung dan berkumpul untuk hal-hal yang baik maupun belajar bersama. Hal ini akan semakin memperkuat ukhuwah islamiyah diantara para pemuda pada umumnya.
  • Saling mengerti serta memahami kebaikan dan kekurangan masing-masing dan menghindari segala macam jenis perselisihan
  • Teman sebaya hendaknya saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan menolong teman sebaya yang sedang dalam kesusahan tentunya sangat dicintai Allah Swt misalnya dengan cara bersedekah. 
  • Mengasihi dan memberi perhatian satu sama lain terutama jika ada teman yang sedang kesusahan atau ditimpa suatu masalah, kita sebagai teman wajib mendukung dan bila perlu memberi pertolongan
  • Senantiasa menjaga teman dari pengaruh buruk atau gangguan orang lain
  • Memberikan nasihat kebaikan satu sama lain
  • Mendamaikan teman jika ada yang berselisih
  • Mendoakan teman agar mereka senantiasa berada dalam kebaikan
  • Menjenguknya jika ia sakit, datang jika diberi undangan serta mengantarkannya ke makam jika ia meninggal sesuai dengan hadits berikut ini

 

Sumber  : 

  1. https://dalamislam.com/info-islami/pergaulan-dalam-islam
  2. https://minanews.net/etika-bergaul-muslimah/
  3. https://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/etika-bergaul-seorang-muslimah.htm



Komentar Artikel "Etika Seorang Muslimah"