Doa di waktu sempit - Alya Hijab

Doa di waktu sempit

1 bulan yang lalu      info menarik

 

Berdoa adalah ibadah yang mestinya tidak hanya dilakukan pada saat atau kondisi lapang atau pun sempit saja. Melainkan pada semua keadaan. Karena hakikatnya kita membutuhkan pertolongan Allah. Baik untuk keluar dari masalah atau ujian yang kita hadapi, maupun demi lancar dan suksesnya urusan kita.

Orang yang memperbanyak berdoa, pada bagaimana pun keadaannya, niscaya peluang dikabulkannya doa jauh lebih banyak daripada orang yang berdoa pada satu kondisi tertentu saja.

Tersebut dalam hadits dari sahabat Abu Hurairah radliyallahu anhu, bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, " Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang ". (HR. Tirmidzi dan Hakim).

sebagaimana Allah kabarkan dalam Al Quran surat Az Zumar ayat 8.

Allah berfirman, " Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu ".

Masih tentang sifat mereka, firman Allah dalam surat Yunus ayat 12, " Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya ".

Maka bagi siapa saja yang menginginkan doa-doanya dikabulkan, hendaknya ia memperbanyak berdoa pada waktu lapang agar doa Anda dikabulkan pada saat lapang dan sempit.

Kapan harus berdoa ? 

Lalu kapan dianjurkan untuk banyak berdoa. Ketahuilah bahwa dua keadaan akan selalu mendatangi seorang hamba secara bergantian. Yang dimaksud adalah keadaan lapang dan keadaan sempit. Keadaan senang dan keadaan susah. Keadaan sehat dan sakit. Ibarat jari jari kincir air sekali berada diatas sekali berada dibawah.  Seharusnya seorang hamba berdoa pada setiap waktu dan pada setiap keadaannya. Berdoalah pada keadaan susah dan pada keadaan senang. Pada keadaan sempit dan pada keadaan lapang. Pada keadaan sakit atau pada keadaan sehat.

 

Jika memperhatikan keadaan manusia berdoa, ternyata  manusia banyak berdoa pada saat mengalami kesempitan atau kesusahan. Pada saat seseorang diberhentikan dari pekerjaan misalnya, maka sebagai pengangguran biasanya dia akan banyak berdoa memohon kebaikan dan karunia Allah. Pada saat sakit dia akan banyak berdoa untuk memperoleh kesembuhan. Ini tentu sesuatu yang baik dan sangat dianjurkan karena seorang hamba disuruh untuk  meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala.

  

Tapi ketahuilah saudaraku, bahwa para ulama mengingatkan kita agar banyak banyak berdoa pada keadaan lapang , pada keadaansenang , pada keadaan sehat dan yang lainnya. Syaikh Abdul ‘Aziz as Sayyid Nada berkata : “ Hendaknya seseorang memperbanyak berdoa pada saat saat lapang agar Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan permintaannya pada saat saat sempit ”.

Berdoalah. Karena doa adalah ibadah paling mudah yang bisa terlafalkan, pada saat yang sama, ia adalah ibadah terkuat yang bisa mencegah berbagai musibah, dan menghadirkan apa yang kita inginkan dan pinta.

Berdoalah. Baik di kala lapang, juga sempit. Karena sang Nabi pernah bersabda suatu kali, “ Kenalilah Allah di masa lapang (senang),” kata beliau, “niscaya Allah akan mengenalimu di masa engkau menghadapi kesulitan .” (HR. Tirmidzi)

 

 






Komentar Artikel "Doa di waktu sempit "