Adab Ketawa seorang Muslimah - Alya Hijab

Adab Ketawa seorang Muslimah

1 minggu yang lalu      info menarik

 

Terkadang kita sebagai muslimah sering melupakan perkara yang satu ini, ketika kita sedang bersenda gurau dengan teman ataupun kerabat, secara spontan atau tidak kita selalu tertawa bahkan sampai terbahak-bahak dengan suara yang kencang. Apakah boleh seperti itu?

Boleh kita untuk bahagia, menangis, ataupun tertawa tetapi semua itu ada batasnya. Karena hal yang berlebihan itu tidak baik dan tidak dibolehkan dalam Islam.

Allah telah menciptakan tertawa, sebagaimana firmannya: “Dialah dzat Allah yang menciptakan tertawa dan menangis.”

Memperbanyak ketawa adalah sifat tercela sebagaimana sabda Nabi: “Demi Dzat yang diriku berada di tanganNya seandainya kalian mengetahui seperti apa yang aku ketahui, niscaya kalian pasti akan sedikit tertawa dan banyak menangi.“

 

Jika ia berupa senyuman maka diperbolehkan menurut kesepakatan para ulama bahkan hal itu pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw dan beliau juga menganjurkannya sebagaimana terdapat dalam hadits Abdullah bin Al Harits yang mengatakan, ”Tertawanya Rasulullah Saw hanya sekedar senyum,” (HR. Tirmidzi). Dan sabda Rasulullah Saw, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah,” (HR. Tirmidzi).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Jangan sering tertawa karena seringnya tertawa itu mematikan hati.” Tsabit al Bananiy mengatakan, ”Tertawanya seorang mukmin adalah bagian dari kelalaiannya yaitu kelalaian terhadap perkara akhirat dan jika dirinya tidak lalai maka tidaklah ia tertawa.”

Pada faktanya malah tertawa berlebihan dapat menimbulkan bahaya yang secara langsung mungkin tidak kita sadari. Berikut ini beberapa bahaya tertawa berlebihan di antaranya yaitu:

  • Mematikan Hati

Rasulullah Saw pernah memberikan beberapa nasihat kepada Abu Hurairah r.a beliau berkata : “Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya yang banyak tertawa akan mematikan hati.”

Apabila seseorang terbiasa untuk tertawa dan bersenda gurau, maka hatinya menjadi keras dan sebagai akibatnya adalah ketika dinasihati itu tidak akan berguna bagi dirinya. Apabila ia diingatkan maka ia tidak akan pernah sadar, karena hatinya telah terlanjur dipenuhi canda, gurau, dan tawa hingga menjadikannya lemah.

  • Menghilangkan Cahaya Wajah

Kenapa tertawa dapat menghilangkan cahaya wajah? Sebab tertawa akan membuat saraf saraf otot di wajah tertarik, jika dalam kondisi yang sama terus menerus bukan berarti bajwa bisa membuat otot-otot tersebut menjadi rusak.

Sehingga tentu akibatnya maka wajah anda kan memiliki banyak kerutan, maka sudah pasti ketampanan dan kecantikan anda akan tidak tampak lagi. Hal tersebut tertuang dalam hadits berikut ini.

Janganlah engkau banyak ketawa, karena banyak ketawa itu akan mematikan hati, yang menghilangkan cahaya wajah” (Hadits Bukhari Muslim)

  •  Melanggar Adab

Hal ini ada untuk mengatur hidup kita agar sesuai dengan tatanan dan aturan yang anda. Tertawa berlebihan diartikan sebagai salah satu bentuk yang melanggar adab. Terutama di wilayah timur sebagaimana di Indonesia.

Tertawa berlebihan akan memberikan dampak negatif yang tentunya akan membuat orang lain menjadi risih. Yang pasti dalam adat ketimuran kebiasaan tertawa berlebihan melanggar norma dan tata krama serta tergolong tidak sopan.

Tertawa yang berlebihan dapat menyebabkan muslimah kehilangan izzahnya. Tertawa berlebihan juga dapat mengundang keburukan. Seperti mudahnya laki-laki mendekatinya, dan mudah pula menjadi ajang keributan karena orang lain akan merasa terganggu. Muslimah memang dianjurkan untuk banyak tersenyum tetapi tidak banyak tertawa.

 

Sumber :

  1. https://www.ruangmuslimah.co/4257-ini-5-adab-tertawa-seorang-muslimah
  2. https://muslim.or.id/12146-bercanda-dan-tertawa-tidak-boleh.html

 

 

 

 




Komentar Artikel "Adab Ketawa seorang Muslimah"