Keutamaan Menjaga Lisan dan Manfaatnya - Alya Hijab

Keutamaan Menjaga Lisan dan Manfaatnya

8 bulan yang lalu      info menarik

Keutamaan Menjaga Lisan dan Manfaatnya

Lisan merupakan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Lisan merupakan anggota badan manusia yang cukup kecil jika dibandingkan anggota badan yang lain. Akan tetapi, ia dapat menyebabkan pemiliknya ditetapkan sebagai penduduk surga atau bahkan dapat menyebabkan pemiliknya dilemparkan ke dalam api neraka.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap muslim memperhatikan apa yang dikatakan oleh lisannya, karena bisa jadi seseorang menganggap suatu perkataan hanyalah kata-kata yang ringan dan sepele namun ternyata hal itu merupakan sesuatu yang mendatangkan murka Allah Ta’ala.

Memang lidah tidak bertulang. Apabila keliru menggerakkannya akan mencampakkan kita dalam murka Allah yang berakhir dengan neraka-Nya. Lisan akan memberikan ta’bir (mengungkapkan) tentang baik-buruk pemiliknya.

 

Inilah pendapat beberapa ulama tentang bahaya lisan:

  1. Anas bin Malik : “Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan.”
  1. Abu Ad-Darda’ : “Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang yaitu orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu.”
  1. Al-Fudhail : “Dua perkara yang akan bisa mengeraskan hati seseorang adalah banyak berbicara dan banyak makan.”
  1. Sufyan Ats-Tsauri : “Awal ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya lantas menyebarkannya.”
  1. Al-Ahnaf bin Qais : “Diam akan menjaga seseorang dari kesalahan lafadz (ucapan), memelihara dari penyelewangan dalam pembicaraan, dan menyelamatkan dari pembicaraan yang tidak berguna, serta memberikan kewibawaan terhadap dirinya.”
  1. Abu Hatim : “Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dulu, jika terdapat (maslahat) baginya maka dia akan berbicara. Dan bila tidak ada (maslahat) dia tidak (berbicara). Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya dia akan (cepat) berbicara. Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya.”
  1. Yahya bin ‘Uqbah: “Aku mendengar Ibnu Mas’ud berkata: ‘Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya, tidak ada sesuatu yang lebih pantas untuk lama dipenjarakan dari pada lisan.”
  1. Mu’arrifh Al-‘Ijli : “Ada satu hal yang aku terus mencarinya semenjak 10 tahun dan aku tidak berhenti untuk mencarinya.” Seseorang bertanya kepadanya: “Apakah itu wahai Abu Al-Mu’tamir?” Mua’arrif menjawab: “Diam dari segala hal yang tidak berfaidah bagiku.”

  • Inilah Sebabnya Mengapa Menuntut Ilmu Itu Penting !!! >>KLIK
  • Masih Suka Bingung saat Haid ??? Mau Ibadah Takut Salah. Supaya Lebih Jelas, YUK BACA...!!! >>KLIK
  • Biar Nggak Kaget, Cari Tahu Yuk…!!! Apa Saja Persiapan yang Harus Dilakukan Menjelang Bulan Ramadhan >>KLIK
  • Jangan Ngaku Taqwa, Sebelum Melaksanakan Kewajiban Yang Satu Ini...!!!>>BACA
  • Single Kok Bangga..!!! Coba baca yang satu ini :) >>KLIK

 

Bahaya Lisan

Lisan jika benar-benar dijaga dengan baik akan mendatangkan manfaat yang banyak, akan tetapi sebaliknya jika lisan tersebut tidak terjaga maka akan menimbulkan mudharat yang tidak kalah banyak pula. Oleh karena itu, hendaklah lisan kita ini senantiasa dihiasi oleh kuatnya iman dan akal yang sempurna. Adapun lisan yang tidak dihiasai dengan pancaran iman dan akal yang sempurna akan menimbulkan bahaya lisan sebagai berikut :

Dusta

Dusta adalah termasuk bahaya yang timbulnya dari lisan. Berdusta merupakan suatu perbuatan dosa besar, karena dapat merusak pribadi dan tatanan masyarakat. Terhadap bahaya lisan dari perbuatan dusta ini, Allah berfirman “Pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah di dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?” (QS.Az Zumar: 60)

Su’udhon ( buruk sangka )

Su’udhon atau buruk sangka merupakan suatu perbuatan yang timbulnya dari lisan. Tidak akan pernah ada buruk sangka terhadap seseorang, jika lisan tidak berbicara. Buruk sangka terhadap siapapun sangat dicela oleh Islam, baik buruk sangka terhadap Allah maupun buruk sangka terhadap sesama manusia. Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT,“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari buruk sangka, sesungguhnya sebagian buruk sangka itu adalah dosa dan jangnlah kamu cari-cari kesalahan orang lain…”.(QS.Al Hujuraat: 12)

Ghibah ( menggunjing orang lain )

Ghibah atau menggunjing artinya membicarakan kejelekan orang lain dibelakang orangnya. Kejelekan orang yang dibicarakan itu, baik tentang keadaan dirinya sendiri atau keluarganya, badannya, atau akhlaknya (budi pekertinya). Menggunjing atau ghibah adalah sangat dilarang dalam Islam, karena perbuatan tersebut berarti telah merusak citra kehormatan seseorang. Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS.Al-Hujaraat: 12).

Hal-hal yang disebutkan diatas hanyalah sebagian kecil dari hal-hal yang bisa diakibatkan oleh lidah. Namun dari sekian permasalahan zaman sekarang, hal-hal diataslah yang marak terjadi. Maka hendaklah kita mengintrospeksi diri disetiap langkah kita dalam berbicara. Kadang seringkali tanpa sadar kita melakukan hal-hal tersebut. Dan sesungguhnya syaitan akan sangat menyukai ini. Na’udzubillah.


  •  Mau tau 10 Manfaat Hijab Bagi Kesehatan Wanita ??? Baca di sini >> KLIK
  • Wajib Coba !!! inilah tips Awet Muda Alami Ala Islam. >> KLIK
  • Diet Sehat Ala Islam ??? Puasa Sunah Senin Kamis Jawabannya… >> BACA
  • Cari Tau Yukk.... !!! 20 Fakta Unik & Menarik Tentang Hijab >> BACA
  • Potong Kuku Dan Rambut saat Haid dan Nifas ??? Ini Hukumnya >> BACA

 

Buah Menjaga Lisan

Menjaga lisan jelas akan memberikan banyak manfaat. Di antaranya:

1. Akan mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Abu Hurairah Rad. meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48)

2. Akan menjadi orang yang memiliki kedudukan dalam agamanya.

Dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab:

“(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)

Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali mengatakan: “Hadits ini menjelaskan larangan mengganggu orang Islam baik dengan perkataan ataupun perbuatan.” (Bahjatun Nazhirin, 3/8)

3. Mendapat jaminan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk masuk ke surga.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Sahl bin Sa’d :

“Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari no. 6088)

Dalam riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no. 2411 dan Ibnu Hibban no. 2546, dari shahabat Abu Hurairah Rad. , Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan apa yang ada di antara dua rahangnya dan kejahatan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka dia akan masuk surga.”

4. Allah akan mengangkat derajat-Nya dan memberikan ridha-Nya kepadanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah Rad. :

“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6092)

Dalam riwayat Al-Imam Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali dalam Bahjatun Nazhirin (3/11), dari shahabat Bilal bin Al-Harits Al-Muzani bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.”

5. Merupakan Sedekah

Sedekah atau pemberian tak hanya berputar pada harta, namun juga pada sebuah kebaikan yang muncul dan kita berikan pada orang lain di sekitar kita dengan hangat dan tulus. Salah satunya adalah apa yang kita ucapkan. Rasulullah SAW pernah mengatakan, “Sampaikanlah walau satu ayat.”, dimana hal tersebut merupakan sebuah perintah kepada kita untuk selalu menyampaikan kebaikan walaupun itu hanya sedikit.

Daripada kita sibuk mengatakan keburukan dan menambah dosa kita, bukankah lebih baik kita mengatakan kebaikan kepada orang lain dan dihitung sebagai sedekah yang mendatangkan pahala serta kemuliaan pada kita?

6. Menjaga lisan akan mendatangkan keselamatan

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ « أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ ».

Artinya: “Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku pernah berkata: “Wahai Rasulullah, pada apakah keselamatan?”, beliau bersabda: “Jagalah lisanmu, diamlah di rumahmu dan tangisilah kesalahanmu.” HR. Tirmidzi.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صَمَتَ نَجَا ».

Artinya: “Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang diam niscaya ia selamat.” HR. Tirmidzi.

7. Kelurusan seluruh anggota tubuh sesuai kelurusan dalam menjaga lisan

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ رَفَعَهُ قَالَ « إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ فَإِنِ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنِ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا ».

Artinya: “Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan secara marfu’ berkata: “Jika ana manusia masujk waktu pagi, maka seluruh anggota mengadu kepada lisan, mereka berkata: “Takwalah kepada Allah dalam perihal kami, karena sesungguhnya kami bersamamu, maka jika kamu lurus niscaya kami lurus dan jika kamu bengkok kami akan bengkok.” HR. Tirmidzi.

8. Dengan menjaga lisan dan berkata baik keuntungan besar menanti

عن خالد بن أبي عمران، أن النبي - صلى الله عليه وسلم - : أمسك لسانه طويلا ثم قال: "رحم الله عبداً قال خيراً فغنم، أو سكت عن سوء فسلم"

Artinya: “Khlaid bin Abi ‘Imran meriwayatkan bahw Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “beliau memegang lisannya dalam waktu yang lama, kemudian beliau bersabda: “Semoga Allah merahmati seorang hamba, yang telah berkata benar maka ia akan mendapatkan keberuntungan yang besar atau diam dari keburukan maka ia akan selamat.” HR. Ibnu Al Mubarak di dalam kitab Az Zuhd.

عن اسماعيل بن مسلم قال: قال ابن عباس - رضي الله عنه - : "يا لسان قل خيراً تغنم، أو اسكت عن شر تسلم"

“Ismail bin Muslim berkata: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Wahai Lisan, berkatalah benar maka ia akan mendapatkan keberuntungan yang besar atau diam dari keburukan maka ia akan selamat.”  HR. Ibnu Al Mubarak, no. 370, Ahmad, hal. 189 dan Abu Nu’aim, 1/327-328.

9. Tanda seorang yang berakal dalah menjaga lisan

عن وهب بن مُنبه قال في حكمة آل داود: حق على العاقل أن يكون عارفاً بزمانه حافظاً للسانه مقبلاً على شانِه.

“Wah bin Munabbih berkata: “Di dalam hikmah keluarga Daud disebutkan: “Wajib bagi seorang yang berakal, untuk mengetahui zamannya, menjaga lisannya dan menggapai citanya.” Diriiwayatkan oelh Ibnu Abi Ad Dunya di dalam kitab Ash Shamt, no. 31.

10. Diam dan menjaga lisan adalah laksana emas

عن الأوزاعي قال: قال سليمان بن داود عليهما السلام: إن كان الكلام من فضة فالصمت من ذهب.

“Al ‘Auza’i berkata: “Sulaiman bin Daud ‘alaihimassalam berkata: “Jika berbicara itu adalah perak maka dia itu adalah emas.” Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir di dalam kitab Tarikh, 38.


  •  Inilah Keistimewaan Hari Jumat Didalam Dunia Islam >>KLIK
  • Subhanallah....!!! Istimewanya Menjadi Seorang Wanita >>KLIK
  • SUKA BERCANDA YA ? Bercandalah menurut hukum islam >>BACA
  • Ingin Dilancarkan Rizkinya...??? Inilah Amalan-amalan Yang Dapat Memperlancar Rizki >>BACA
  • Sulit Lepas dari Jeratan Dendam..??? Coba Baca yang Satu Ini. >>KLIK

 

Terima kasih sudah membaca artikel “ Keutamaan Menjaga Lisan dan Manfaatnya ” Silahkan share agar bermanfaat bagi orang lain :)

 




Komentar Artikel "Keutamaan Menjaga Lisan dan Manfaatnya"