Jangan Ngaku Taqwa, Sebelum Melaksanakan Kewajiban Yang Satu Ini...!!! - Alya Hijab

Jangan Ngaku Taqwa, Sebelum Melaksanakan Kewajiban Yang Satu Ini...!!!

1 tahun yang lalu      info menarik

Islam mengajarkan kepada umatnya agar menundukkan hawa nafsu. Islam memerintahkan perempuan menutup auratnya dan bagi laki-laki hendaklah menundukkan pandangannya. Hal ini dapat dimaklumi karena seluruh tubuh perempuan adalah aurat yang jika terbuka bisa mengundang malapetaka yang menjadi sebab dari berbagai jenis pelecehan seksual.

Rasulullah saw. bersabda: “Dari ‘Aisyah RA bahwasannya Asma binti Abi Bakar ke tempat Rasulullah dan dia (Asma) memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah SAW berpaling seraya bersabda : Hai Asma sesungguhnya apabila perempuan telah dewasa, tidak menampakkan sesuatu darinya kecuali ini dan ini, sambil Rasulullah menunjuk muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan.” (HR. Abu Dawud)

Pentingnya menutup aurat, hingga Allah SWT harus menegaskan lagi dengan berbagai keterangan seperti, Allah SWT tidak akan menerima ibadah seorang perempuan baligh bila tidak menutup auratnya. Hal ini tercermin dalam sabda Rasulullah SAW:

“Allah tidak akan menerima (ibadah) seorang perempuan hingga menutup auratnya dan Allah tidak akan menerima shalat seorang perempuan yang telah cukup umur hingga berkerudung kepala (ber-jilbab).” (HR. Thabrani)

Dengan menutup aurat, sesuatu berharga yang ada dalam diri perempuan dapat terlindungi dan dengan jilbab perempuan menjadi sosok yang berwibawa, disegani dan tidak ada orang berani terang-terangan menganggunya, kelemahan yang ada pada dirinya dapat terlindungi dengan pakaian taqwa itu. Firman Allah SWT:

“Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anakmu, dan isteri-isteri orang mu’min hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal dan tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab:59).

Ketentuan itu sudah diputuskan oleh Allah SWT yang mesti dipenuhi oleh segenap muslimah. Ketaatan kepada Undang-Undang Allah SWT itu membuktikan komitmen perempuan terhadap Islam sebagai satu-satunya agama yang mereka yakini.


  • Inilah Keistimewaan Hari Jumat Didalam Dunia Islam >>KLIK
  • Subhanallah....!!! Istimewanya Menjadi Seorang Wanita >>KLIK
  • Keutamaan Menjaga Lisan dan Manfaatnya >>KLIK
  • SUKA BERCANDA YA ? Bercandalah menurut hukum islam >>BACA
  • Ingin Dilancarkan Rizkinya...??? Inilah Amalan-amalan Yang Dapat Memperlancar Rizki >>BACA

Batasan – Batasan Aurat

1. Batasan aurat laki – laki dan perempuan secara umum :

Aurat laki – laki , yaitu antara pusar sampai dengan lutut.

Aurat Perempuan , yaitu seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan.

2. Batasan – batasan aurat laki – laki dan perempuan menurut para ulama

Dalam hal batasan – batasan aurat , para ulama memiliki beberapa pendapat yang berbeda – beda , berikut adalah beberapa pendapat dari para ulama :

  • Aurat laki – laki terhadap sesama lelaki

Dalam masalah ini , pendapat ulama yang paling kuat adalah pendapat dari jumhur ulama bahwasannya aurat laki -laki adalah antara pusar dan lutut.

  • Aurat Laki – laki terhadap perempuan

Batasaan aurat laki – laki terhadap perempuan baik mahramnya ataupun bukan , yaitu sama dengan batasan aurat antar laki – laki . Jadi , para perempuan boleh untuk melihat laki – laki lain kecuali auratnya.

  • Aurat laki – laki terhadap istrinya

Suami merupakan mahram dari istri setelah adanya pernikahan . Jadi tidak ada larangan bagi istri ataupun suami untuk melihat seluruh anggota badan pasangannya.

  • Aurat perempuan terhadap laki – laki yang bukan mahramnya

Batas aurat perempuan terhadap laki – laki yang bukan mahramnya yaitu seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan.

  • Aurat perempuan terhadap mahramnya

Yang dimaksud mahram disini adalah kerabat , nasab atau hubungan persusuan . Batasan aurat perempuan terhadap mahramnya yaitu mahramnya diperbolehkan melihat seluruh anggota badan perempuan yang nampak ketika di rumah , meliputi tangan , kaki , wajah , leher , lengan , betis atau dengan kata lain semua anggota wudhu.

  • Aurat perempuan terhadap perempuan lain

Batasan aurat antara perempuan dengan perempuan yang lainnya yaitu sama dengan batasan aurat perempuan dengan mahramnya , yaitu boleh melihat bagian tubuh yang terkena air wudhu.

Kewajiban Menutup Aurat

Setelah kita tahu bahwa menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap muslim , dan kita juga sudah tahu batasan – batasan aurat baik laki – laki ataupun perempuan . Pasti terlintas pertanyaan , apa sih yang melatar belakangi adanya perintah tentang kewajiban menutup aurat ? dan apa sih hikmahnya ? Berikut adalah jawaban dari pertanyaan – pertanyaan di atas .

Latar belakang yang menyebabkan diwajibkannya menutup aurat :

  • Mentaati Perintah Allah swt
  • Untuk menjaga kehormatan diri seseorang
  • Untuk menjaga harga diri dan kesopanan
  • Menghindari perbuatan zina
  • Sebagai jati diri ( untuk membedakan orang muslim dan non muslim )

Hikmah menutup aurat secara umum , baik bagi kaum laki – laki atupun perempuan :

  • Memuliakan manusia sebagai mahluk Allah swt yang paling istimewa
  • Membentuk diri seseorang menjadi pribadi yang beradab
  • Menjauhkan diri seseorang dari fitnah
  • Melahirkan masyarakat yang berakhlakul karimah serta beradab.

  • Mau tau 10 Manfaat Hijab Bagi Kesehatan Wanita ??? Baca di sini >> KLIK
  • Wajib Coba !!! inilah tips Awet Muda Alami Ala Islam. >> KLIK
  • Diet Sehat Ala Islam ??? Puasa Sunah Senin Kamis Jawabannya… >> BACA
  • Cari Tau Yukk.... !!! 20 Fakta Unik & Menarik Tentang Hijab >> BACA
  • Potong Kuku Dan Rambut saat Haid dan Nifas ??? Ini Hukumnya >> BACA

 Syarat menutup aurat bagi seorang muslimah

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah dalam Hijab Al Mar’ah Al Muslimah memberikan batasan yang baik tentang syarat hijab bagi perempuan muslimah berikut ini :

  1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan
  2. Tidak berfungsi sebagai perhiasan (boleh berwarna dengan syarat tidak sampai menarik perhatian lelaki)
  3. Berbahan tebal dan tidak transparan. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Akan ada umatku di akhir zaman yaitu perempuan yang berpakaian tapi telanjang” (HR. Thabrani, shahih). Ibnu ‘Abdil Barr menjelaskan bahwa yang dimaksud ialah berpakaian tipis hingga tidak menutup sempurna, sehingga secara bahasa ia berpakaian, namun hakikatnya ia telanjang.
  4. Longgar dan tidak ketat hingga tidak memperlihatkan lekuk tubuh
  5. Tidak beraroma wangi (parfum), berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apabila salah seorang diantara kalian (kaum perempuan) keluar menuju masjid janganlah ia mendekati wewangian” (HR. Muslim)
  6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian perempuan, dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki” (HR Abu Daud, Al Hakim menilainya shahih sesuai syarat Muslim)
  7. Tidak menyerupai pakaian perempuan kafir
  8. Tidak termasuk jenis pakaian syuhrah (nyentrik)

Syaikh Al Albani rahimahullah menjelaskan, “Maka wajib bagi setiap muslim menerapkan syarat-syarat tersebut kepada istrinya dan kepada setiap perempuan yang berada di bawah pengurusannya. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia pimpin”.

Ancaman Bagi Orang yang Membuka Auratnya

Imam Muslim menuturkan sebuah riwayat, bahwasanya Rasulullah saw bersabda;

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan perempuan yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.”[HR. Imam Muslim].

Di dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawiy berkata, “Hadits ini termasuk salah satu mukjizat kenabian. Sungguh, akan muncul kedua golongan itu. Hadits ini bertutur tentang celaan kepada dua golongan tersebut. Sebagian ‘ulama berpendapat, bahwa maksud dari hadits ini adalah perempuan-perempuan yang ingkar terhadap nikmat, dan tidak pernah bersyukur atas karunia Allah.

Sedangkan ulama lain berpendapat, bahwa mereka adalah perempuan-perempuan yang menutup sebagian tubuhnya, dan menyingkap sebagian tubuhnya yang lain, untuk menampakkan kecantikannya atau karena tujuan yang lain. Sebagian ulama lain berpendapat, mereka adalah perempuan yang mengenakan pakaian tipis yang menampakkan warna kulitnya (transparan)…Kepala mereka digelung dengan kain kerudung, sorban, atau yang lainnya, hingga tampak besar seperti punuk onta.”

Imam Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah dengan redaksi berbeda.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَا أَرَاهُمَا بَعْدُ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ عَلَى رُءُوسِهِنَّ مِثْلُ أَسْنِمَةِ الْبُخْتِ المَائِلَةِ لَا يَرَيْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَرِجَالٌ مَعَهُمْ أَسْوَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ

“Ada dua golongan penghuni neraka, yang aku tidak pernah melihat keduanya sebelumnya. perempuan-perempuan yang telanjang, berpakaian tipis, dan berlenggak-lenggok, dan kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan masuk surga, dan mencium baunya. Dan laki-laki yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia “[HR. Imam Ahmad]

Hadits-hadits di atas merupakan ancaman yang sangat keras bagi perempuan yang menampakkan sebagian atau keseluruhan auratnya, berbusana tipis, dan berlenggak-lenggok.

Jika model berhijab sudah di atur oleh Allah, mengapa kita masih mencari model yang lain? model yang dimurkai Allah? toh model hijab apapun yang kita pakai pada akhirnya kita akan dikembalikan pada model yang sebenarnya saat menghadap Allah.

Ingatlah, syarat sebuah amalan tidak cukup hanya dengan sebuah “niat” semata, tetapi “cara” dalam melakukan amalan tersebut juga diminta oleh Allah. Meski niat kita ingin menutup aurat kita karena Allah tetapi jika cara penutupannya tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah maka amalan itu akan menjadi amalan yang sia-sia...

"karena Hijab bukan sekedar niat".....

Maka berhijablah sesuai syariat, jangan menunda-nunda besok, besok, dan Esok. Karena pilihan kita hanya dua, menghijabi diri sendiri atau dihijabi orang lain.

Karena apapun bentuk model pakaian kita di dunia, Jilbab dan Khimar akan tetapi menjadi pakaian “terakhir” kita nanti.  Jika sudah sampai disini hati kita masih enggan untuk berjilbab dan berkerudung, maka cukuplah Allah sebagai pembolak-balik hati dan cukuplah “hisab” di Akhirat sebagai pengingat.

Mudah-mudahan Allah Swt. memudahkan kita untuk melaksanakan setiap kewajiban yang telah Allah tetapkan serta mengokohkan iman kita dengan menjadikan kita senantiasa tunduk dan terikat dengan hukum-hukum-Nya.


  • Sulit Lepas dari Jeratan Dendam..??? Coba Baca yang Satu Ini. >>KLIK
  • Inilah Sebabnya Mengapa Menuntut Ilmu Itu Penting !!! >>KLIK
  • Single Kok Bangga..!!! Coba baca yang satu ini :) >>KLIK
  • Masih Suka Bingung saat Haid ??? Mau Ibadah Takut Salah. Supaya Lebih Jelas, YUK BACA...!!! >>KLIK
  • Biar Nggak Kaget, Cari Tahu Yuk…!!! Apa Saja Persiapan yang Harus Dilakukan Menjelang Bulan Ramadhan >> KLIK

 

Terima kasih sudah membaca artikel “ Jangan Ngaku Taqwa, Sebelum Melaksanakan Kewajiban Yang Satu Ini...!!! ” Silahkan share agar bermanfaat bagi orang lain :)




Komentar Artikel "Jangan Ngaku Taqwa, Sebelum Melaksanakan Kewajiban Yang Satu Ini...!!!"