Biar Nggak Kaget, Cari Tahu Yuk…!!! Apa Saja Persiapan yang Harus Dilakukan Menjelang Bulan Ramadhan - Alya Hijab

Biar Nggak Kaget, Cari Tahu Yuk…!!! Apa Saja Persiapan yang Harus Dilakukan Menjelang Bulan Ramadhan

1 tahun yang lalu      info menarik

Sahabat Alya,

Tak terasa kita telah memasuki bulan Sya’ban. Sebentar lagi kita akan kedatangan bulan Ramadhan. Setelah sekian lama berpisah, kini Ramadhan kembali akan hadir di tengah-tengah kita. Bagi seorang muslim, tentu kedatangan bulan Ramadhan akan disambut dengan rasa gembira dan penuh syukur, karena Ramadhan merupakan bulan maghfirah, rahmat dan menuai pahala serta sarana menjadi orang yang muttaqin.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita melakukan persiapan diri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan. tentu persiapan yang dilakukan tidaklah sama dengan tahun-tahun yang telah berlalu. Harus ada peningkatan yang lebih dan hal itu tidaklah mungkin akan terwujud kecuali jika kita mempersiapkan diri dengan baik pula. Agar Ramadhan kali ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa.

Tentu saja persiapan diri yang dimaksud di sini bukanlah dengan memborong berbagai macam makanan dan minuman lezat di pasar untuk persiapan makan sahur dan balas dendam ketika berbuka puasa. Juga bukan dengan mengikuti berbagai program acara televisi yang lebih banyak merusak dan melalaikan manusia dari mengingat Allah SWT dari pada manfaat yang diharapkan, itupun kalau ada manfaatnya. Bukan pula pergi ke pantai menjelang Ramadhan untuk rekreasi, makan-makan dan bermain-main.

Jadi, bagaimana sebenarnya cara kita menyambut Ramadhan? Apa yang mesti kita persiapkan dalam hal ini? Maka tulisan ini mencoba memberi jawaban dari pertanyaan tersebut. Menurut penulis, banyak hal yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan menyambut kedatangan Ramadhan, yaitu:

Imam Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib kita waspadai. Salah satunya adalah [اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ], yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya. Ketidaksiapan tersebut salah satu bentuk meremehkan perintah. Akibatnya pun sangat besar, yaitu kelemahan untuk menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Kedua dampak tersebut merupakan hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah nampak di depan mata.[1]

Abu Bakr Az Zur’i menyitir firman Allah SWTberikut,

فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَى طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ (٨٣)

“Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), Maka katakanlah: “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.” (At Taubah: 83).


  • Inilah Sebabnya Mengapa Menuntut Ilmu Itu Penting !!! >>KLIK
  • Masih Suka Bingung saat Haid ??? Mau Ibadah Takut Salah. Supaya Lebih Jelas, YUK BACA...!!! >>KLIK
  • Mau tau 10 Manfaat Hijab Bagi Kesehatan Wanita ??? Baca di sini >> KLIK
  • Jangan Ngaku Taqwa, Sebelum Melaksanakan Kewajiban Yang Satu Ini...!!!>>BACA
  • Single Kok Bangga..!!! Coba baca yang satu ini :) >>KLIK

Renungilah ayat di atas baik-baik! Ketahuilah, Allah SWT tidak menyukai keberangkatan mereka dan Dia lemahkan mereka, karena tidak ada persiapan dan niat mereka yang tidak lurus lagi. Namun, bila seorang bersiap untuk menunaikan suatu amal dan ia bangkit menghadap Allah dengan kerelaan hati, maka Allah terlalu mulia untuk menolak hamba yang datang menghadap-Nya. Berhati-hatilah dari mengalami nasib menjadi orang yang tidak layak menjalankan perintah Allah SWT yang penuh berkah. Seringnya kita mengikuti hawa nafsu, akan menyebabkan kita tertimpa hukuman berupa tertutupnya hati dari hidayah.

Allah SWT berfirman,

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (١١٠)

“Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” (Al An’am: 110).

Jadi, bagaimana sebenarnya cara kita menyambut Ramadhan? Apa yang mesti kita persiapkan dalam hal ini? Banyak hal yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan menyambut kedatangan Ramadhan, diantaranya yaitu:

1. Niat

Kita semua tahu bahwa semua hal berawal dari niat. Namun terkadang niat bisa berubah-ubah. Niat di awalnya jadi berbeda dengan niat saat dan setelah sesuatu hal tersebut terjadi. Sama halnya dengan amalan-amalan yang akan kita laksanakan pada bulan Ramadhan. Niat kita harus tulus ikhlas untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT bukan untuk yang lain. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yaitu :

“Sesunguhnya amal perbuatan tergantung pada NIATnya” (HR : Bukhori).

Jadi niat kita haruslah benar agar amalan kita dapat diterima oleh Allah. Jangan sampai niat kita itu selain karena Allah SWT dan satu lagi yang perlu dipastikan bahwa niat kita harus konsisten dari awal sampai akhir hanya untuk mengaharapkan ridho Allah SWT.

2. Persiapan Ilmu

Agar amalan atau aktifitas kita selama bulan Ramadhan dapat berjalan dengan optimal maka kita perlu ilmu, wawasan serta pemahaman yang benar mengenai bulan Ramadhan serta amalan-amalannya. Tentunya amalan tersebut haruslah sesuai dengan tuntunan Rasullullah SAW. Saat ini banyak ulama-ulama yang sudah membahas mengenai amalan-amalan selama bulan Ramadhan dan sudah dibuat dalam bentuk buku serta banyak juga majlis-majlis ilmu yang membahas tentang Ramadhan. Dalam beramal kita harus mengetahui ilmunya terlebih dahulu, jangan sampai kita mengerjakan amal yang salah yang tidak pernah dilakukan oleh tuntunan kita Nabi Muhammad SAW.

3. Jangan Lupa, Perbarui Taubat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُون

“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”[6]

Taubat menunjukkan tkita totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan.

Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah SWT berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)

“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31).

Taubat yang dibutuhkan bukanlah seperti taubat yang sering kita kerjakan. Lidah kita mengucapkan, “Saya memohon ampun kepada Allah”, akan tetapi setelah ucapan tersebut hati kita lalai, dosa itu kembali terulang. Namun, yang dibutuhkan adalah totalitas dan kejujuran taubat. Ingat, ramadhan merupakan momentum ketaatan sekaligus madrasah untuk membiasakan diri beramal shalih sehingga jiwa terdidik untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan di sebelas bulan lainnya.

Taubat pada dasarnya wajib setiap saat. Akan tetapi karena akan (menyambut) kedatangan bulan yang agung dan barokah ini, maka lebih tepat lagi jika seseorang segera  bertaubat dari dosa-dosanya yang diperbuat kepada Allah serta dosa-dosa karena hak-hak orang lain yang terzalimi.  Agar ketika memasuki bulan yang barokah ini, dia disibukkan melakukan ketaatan dan ibadah dengan lapang lapang dada dan hati tenang.

Dan dari Al-Aghar bin Yasar radhiallahu ’anhu dari Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat (kepada Allah) dalam sehari seratus kali” (HR. Muslim, no. 2702).

4. Menjaga Kesehatan Fisik

Persiapan fisik juga merupakan persiapan yang cukup penting. Untuk melaksanakan amalan ataupun aktifitas selama bulan Ramadhan kita haruslah memiliki kondisi fisik yang fit, stabil dan kuat. Untuk itu mulailah dari sekarang dengan menjaga pola makan dan olahraga, istirahat yang cukup, senantiasa konsumsi buah dan sayur, dan sebagainya. Selain itu kita juga dapat berlatih dengan mengerjakan puasa sunnah mulai dari sekarang, berlatih bangun untuk sholat malam dan aktifitas lainnya. Sebab dengan fisik yang kuat kita dapat meraih kemulian pada bulan Ramadhan dengan maksimal.

5. Persiapan Harta

Seperti yang kita tahu bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang lebih dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Untuk itu segala macam amalan yang kita lakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat gkita oleh Allah seperti infaq dan shodaqoh. Tentunya tak lupa pula zakat fitrah yang harus kita keluarkan sebelum berakhirnya bulan Ramadhan. Maka kita perlu mempersiapkan harta kita sejak sebelum memasuki bulan Ramadhan. Agar pada saat bulan Ramadhan kita bisa fokus untuk beribadah.

6. Peningkatan Diri

Seperti apa diri kita dan sudah berada ditingkatan mana kita saat ini hanya kita yang tahu. Perubahan untuk lebih baik atau hijrah ke arah yang lebih baik haruslah kita laksanakan terus menerus dan hanya akan berakhir saat kita berjumpa dengan Sang Pemilik diri kita ini yaitu Allah SWT. Untuk itu dengan meningkatnya amalan-amalan kita saat bulan Ramadhan semoga dapat kita laksanakan juga pada bulan-bulan setelahnya. Ibaratnya bulan Ramadhan itu latihannya, ujiannya nanti dibulan-bulan selanjutnya. Harapannya kita juga mampu untuk melaksanakan amalan tersebut seperti puasa sunnah senin-kamis atau puasa setiap pertengahan bulan hijriah, tadarus Al-Quran dan melaksanakan sholat malam. Sehingga apabila kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun selanjutnya kita memliki persiapan yang lebih lagi dan membuat Ramadhan kiat lebih baik lagi.

7. Segera mengqadha’ (mengganti) kewajiban puasa Ramadhan sebelumnya

Bagi wanita yang ketika bulan ramadhan tidak bisa melaksanakan kewajibannya berpuasa dikarekan haid ataupun nifas, serta orang-orang yang ketika itu tengah sakit dan tidak berdaya bila tetap melaksanakan puasa, maka tentunya wajib meng-qadha’-nya pada buan-bulan yang lain. Dan kewajiban itu tak boleh ditunda-tunda, harus disegerakan. Mumpung masih bulan Sya’ban. Jika ada orang yang nunda-nunda tanpa udzur syar’i, dia berdosa.

Ingat  hadits dari A`isyah RA, bahwa dia berkata,”Aku tidaklah meng-qadha` sesuatu pun dari apa yang wajib atasku dari bulan Ramadhan, kecuali di bulan Sya’ban hingga wafatnya Rasulullah SAW.” [HR. At-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan Ahmad, hadits sahih).

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Dari keseriusan beliau (mengqadha) pada bulan Sya’ban disimpulkan bahwa hal itu menunjukkan tidak diperkenankan mengakhirkan qadha sampai memasuki bulan Ramadan berikutnya.” (Fathul Bari, 4/191)

8. Lebih ketatkan penjagaan diri dari dosa besar maupun kecil

Menjelang bulan Ramadhan, biasanya mulai semakin populer hadits dari Abu Hurairah RA berikut ini.

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lampau.” [Terdapat pada riwayat shahih dalam dua kitab shahih; Shahih Bukhori, no. 2014, dan shahih Muslim, no. 760, dari ]

Sebenarnya bagus jika ingatan kalian masih kuat dengan hadits ini. Namun, jangan sampai salah paham. Sayangnya ada sebagian oknum yang salah paham. Mereka justru dengan senang hati mengerjakan dosa kecil maupun dosa besar, karna merasa nantinya semua dosa bisa diampuni. Kembali menjadi “putih bersih” mulai dari nol.

Barangkali mereka lupa dengan kaidah syara’, “Makna umum tetap dalam keumumannya, selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya”.

Faktanya, ternyata ada dalil lain yang mengkhususkan dalil sebelumnya tersebut.

أتدرون ما المفلس؟ قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال: إن المفلس من أمتي يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه، أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار

“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat, akan tetapi dia datang (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu, maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam Neraka.” [HR.  Muslim].

Jadi, puasa Ramadhan itu dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan. Dosa-dosa besar, yaitu perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya: zina, mencuri, minum arak, memutuskan hubungan kekeluargaan, transaksi ribawi, risywah (suap), memutuskan perkara dengan selain hukum Allah.


  • Keutamaan Menjaga Lisan dan Manfaatnya >>KLIK
  • SUKA BERCANDA YA ? Bercandalah menurut hukum islam >>BACA
  • Ingin Dilancarkan Rizkinya...??? Inilah Amalan-amalan Yang Dapat Memperlancar Rizki >>BACA
  • Sulit Lepas dari Jeratan Dendam..??? Coba Baca yang Satu Ini. >>KLIK
  • Subhanallah....!!! Istimewanya Menjadi Seorang Wanita >> KLIK

 9. Berdoa

Diriwayatkan dari sebagian (ulama) salaf, bahwa mereka berdoa kepada Allah selama enam bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadan, kemudian mereka berdoa lagi lima bulan setelahnya semoga amalnya diterima. Seorang muslim hendaknya berdoa kepada Tuhannya agar mendapatkan bulan Ramadan dalam keadaan baik,  dari sisi agama maupun fisik, juga hendaknya dia berdoa semoga dibantu dalam mentaati-Nya serta berdoa semoga amalnya diterima.

10. Gembira dengan semakin dekatnya kedatangan bulan yang agung ini

Sesungguhnya mendapatkan bulan Ramadan termasuk nikmat Allah yang agung bagi seorang hamba yang muslim. Karena bulan Ramadan termasuk musim kebaikan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Ia adalah bulan Al-Qur’an serta bulan terjadinya peperangan-peperangan yang sangat menentukan dalam (sejarah) agama kita.

Allah berfirman: “Katakanlah, 'Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus: 58)

11. Segera menyelesaikan pekerjaan yang boleh jadi (jika tidak segera diselesaikan) dapat mengganggu kesibukan ibadah seorang muslim di bulan Ramadan.

12. Berkumpul bersama anggota keluarga, dengan istri dan anak-anak untuk menjelaskan hukum-hukum puasa dan mendorong si kecil untuk berpuasa.

13. Membaca Al-Qur’an

Salamah bin Kuhail berkata: Dahulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan bacaan (Al-Qur’an). Adalah Amr bin Qais apabila memasuki bulan Sya’ban, beliau menutup tokonya, lalu berkonsetrasi  membaca Al-Qur’an.

Abu Bakar Al-Balkhi berkata: “Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadan adalah bulan memanen tanaman."

Dia juga berkata: "Perumpamaan bulan Rajab bagaikan angin, sedangkan perumpamaan Sya’ban bagaikan mendung dan perumpamaan Ramadan bagaikan hujan. Barangsiapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiram pada bulan Sya’ban, bagaimana dia akan memanen di bulan Ramadan ?"

Kini bulan Rajab telah berlalu, lalu apa yang akan kita kerjakan pada bulan Sya’ban jika kita ingin bertemu dengan bulan Ramadan. Demikianlah halnya keadaan Nabi kita dan salaf (pendahulu) umat  ini di bulan yang barokah. Maka, dimana posisi kita dari amalan dan derajat tersebut?

14. Membiasakan diri berpuasa

Segala sesuatu akan terasa lebih mudah bila kita sudah terbiasa. Bukan begitu? Nah, itu pula yang bisa terjadi terkait puasa saat Ramadhan. Ketika kita sudah membiasakan diri untuk menahan lapar dan haus lewat puasa sunah, besar kemungkinan tubuh tidak lagi kaget saat kita menjalani puasa Ramadhan. kita pun akan mampu menahan rasa lapar dan haus, tanpa kendala berarti.

15. Mengubah pola tidur

Apakah kita termasuk orang yang kerap tidur menjelang tengah malam, atau malah setelahnya? Kalau begitu, ada baiknya kita segera mengubah kebiasaan itu. Seperti yang disinggung di atas, selama Ramadhan, kita dianjurkan untuk bersantap sahur. Bila saja kita tetap memulai tidur sekitar waktu tengah malam, tentu tubuh akan sangat kekurangan waktu untuk istirahat. Dampaknya, tubuh akan terasa lemas di siang hari dan kita lebih mudah terserang rasa kantuk. Segera ubah pola tidur kita! Sehingga dalam sehari, kita tetap bisa tidur selama tujuh hingga delapan jam, sesuai waktu yang dibutuhkan tubuh untuk beristirahat.

16. Konsultasi ke dokter

Berkunjung ke dokter sebelum Ramadhan, disarankan untuk kita, terutama yang memiliki riwayat penyakit cukup berat, seperti diabetes, liver, jantung, dan lainnya. Bagi kita yang tengah hamil atau menyusui, berkonsultasi ke dokter juga sangat dianjurkan. Sehingga kita tahu, apakah kondisi tubuh kita dan sang bayi kuat untuk menjalani ibadah puasa,

Ketika merasa kurang fit sebelum Ramadhan, ada baiknya pula kita mengecek kondisi tubuh. Ini penting supaya kondisi tubuh lekas pulih, dan kita siap menjalani puasa.

17. Olahraga

Sudah jadi pengetahuan umum kalau olahraga bisa membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Tidak perlu olah tubuh yang berat, cukup 30 menit setiap hari, entah pagi, sore, atau malam hari. Itu pula yang perlu kita lakukan, agar tubuh tidak mudah lemas atau terserang sakit, di awal bulan puasa.

18. Menyantap menu sehat

Tentu kita tahu kalau kondisi tubuh seseorang sangat dipengaruhi dengan asupan yang disantapnya. Misalnya ketika kita kerap menyantap makanan berpenyedap rasa buatan, tanpa bisa dihindari, beragam penyakit akan mudah datang. Mulai dari rasa mudah mengantuk, sakit kepala, perut mual, hingga jantung berdebar kencang.

Agar hal-hal itu tidak kita alami saat menjalani puasa Ramadhan, cobalah untuk mengubah kebiasaan makan kita. Pastikan selalu ada sayur dalam piring makan kita. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi buah. Sementara untuk pilihan lauknya, cobalah kurangi yang mengandung lemak jenuh, seperti gorengan.


  • Wajib Coba !!! inilah tips Awet Muda Alami Ala Islam. >>KLIK
  • Inilah Keistimewaan Hari Jumat Didalam Dunia Islam >>KLIK
  • Potong Kuku Dan Rambut saat Haid dan Nifas ??? Ini Hukumnya >>BACA
  • Cari Tau Yukk.... !!! 20 Fakta Unik & Menarik Tentang Hijab >>BACA
  • Diet Sehat Ala Islam ??? Puasa Sunah Senin Kamis Jawabannya… >>BACA 

 19. membersihkan rumah dan lingkungan

Islam memerintahkan kita untuk selalu hidup bersih dan sehat. Hal ini terbukti dengan perintah membersihkan diri dan tempat ibadah, terutama ketika kita akan shalat atau melakukan ibadah lainnya. Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, maka kita perlu menjaga kebersihan di rumah dan di sekitar lingkungan kita. Bila kita kedatangan tamu ke rumah kita atau ke desa kita, maka kita sibuk membersihkan rumah dan lingkungan kita. Bahkan rumah atau desa dihias sedemikian rupa, agar tampak indah dan bersih. Maka, begitu pula sepatutnya kita menyambut bulan Ramadhan.

Terlebih lagi, bulan Ramadhan adalah bulan ibadah. Tentu kita menginginkan suasana ibadah yang nyaman dan khusyuk dalam shalat lima waktu dan tarawih. Allah berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusuk dalam shalatnya.” (Al-Mukminun: 1-2). Kekusyukan dalam ibadah akan mendatangkan ampunan Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Jika kita menunaikan shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah SWT dengan whudu’ yang sempurna, tepat waktu dan penuh khusyuk, maka Allah berjanji akan mengampuni dosa-dosa kita. Orang yang tidak melakukan hal itu, dia tidak termasuk dalam janji Allah. Jika Allah menghendaki ampunan, maka Allah mengampuninya. Dan jika Allah menghendaki siksaan, maka Allah akan menyiksanya.” (HR. Abu Daud)

Rumah, masjid dan surau yang bersih dan indah tentu akan menciptakan suasana yang nyaman dalam beribadah, sehingga akan mendatangkan kekusyukan dalam beribadah. Sebaliknya rumah, masjid dan surau yang kotor dan bau, tentu akan mengganggu kenyamanan dalam ibadah sehingga menghilangkan kekusyukan. Apalagi sampai menimbulkan berbagai macam penyakit yang berbahaya akibat lingkungan yang kotor dan bau.

Demikianlah di antara berbagai persiapan yang dapat kita lakukan dalam rangka menyambut kedatangan tamu yang agung dan mulia yang bernama Ramadhan. Mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, keimanan dan ketulusan hati. Raihlah berbagai  keutamaan yang dibawa oleh Ramadhan dengan melakukan berbagai amal shalih dan ibadah secara optimal. Semoga kita sukses dalam ujian dan ibadah di bulan Ramadhan ini…!!

 

Terima kasih sudah membaca artikel Biar Nggak Kaget, Cari Tahu Yuk…!!! Apa Saja Persiapan yang Harus Dilakukan Menjelang Bulan RamadhanSilahkan share agar bermanfaat bagi orang lain :)




Komentar Artikel "Biar Nggak Kaget, Cari Tahu Yuk…!!! Apa Saja Persiapan yang Harus Dilakukan Menjelang Bulan Ramadhan"